HOT  

Buntut Kasus Penganiayaan Dokter Koas, Status Lady Aurellia Pramesti Dibekukan, Dijuluki Mario Dandy Jilid 2

Status Lady Aurellia Pramesti dibekulan oleh Dekan FK Unsri hingga dijuluki Mario Dandy jilid 2 sebagai buntut kasus penganiayaan terhadap dokter koas.

ReferensiRakyat.CO.ID – Nama mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya, Lady Aurellia Pramesti saat ini masih menuai sorotan publik usai kasus viral yang mengaitkan namanya semakin memanas.

Mahasiswa yang terlibat kasus penganiayaan terhadap seorang dokter koas bernama Muhammad Luthfi tersebut.

Status Lady dibekukan sementara oleh Dekan FK Unsri sampai kasus viral yang mengaitkan namanya itu selesai dikepolisian.

Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya, Ari Fahrial Syam menegaskan penganiayaan terhadap Luthfi sudah tergolong tindakan kriminal.

Sehingga pihak Dekanat FK Unsri menegaskan perlu adanya proses hukum untuk memberikan efek jera kepada pelaku.

Buntut kasus penganiayaan yang viral di jagat maya ini membuat sejumlah warganet mencari tahu jejak digital keluarga Lady.

Salah satunya adalah sang ayah yang jumlah harta kekayaan dan rekam jejaknya dikuliti netizen.

Dalam salah satu unggahan yang dibagikan oleh akun X @TukangBedah00, ayah Lady Pramesti diduga pernah terlibat kasus korupsi.

BACA JUGA  Profil Aghniny Haque Aktris Cantik Asal Indonesia Keturunan Bangladesh

Dedy Mandarsyah, ayah dari Lady Aurellia Pramesti diketahui bekerja sebagai pejabat PUPR di Kalimantan Barat.

Postingan tersebut membuat netizen mengecek LHKPN milik Dedy Mandarsyah dan dinilai meroket di waktu yang sesuai dengan tahun dugaan kasus korupsi tersebut.

Penemuan tersebut membuat netizen menyamakannya dengan kasus Mario Dandy yang sempat viral pada bulan Februari 2023 lalu.

Pasalnya kasus Mario Dandy membuat publik mengulik harta kekayaan Rafael Alun Trisambodo.

“Nemu kasus dugaan korupsi Dedy Mandarsyah (Bapaknya Lady Aurelia Pramesti) tahun 2016. Gara2 kasus nonjokin dokter koas, sekeluarga kena spill netizen. Ini kalo memang bener fix bakal jadi Mario Dandi jilid 2, atau dipanggil Maria Dinda aja,”cuitan netizen dengan akun X tersebut.

Pemilik akun X tersebut mengunggah foto tanggapan layar dari unggahan Facebook milik IR Rafael Saragi yang diposting pada 12 Juli 2016 lalu.

BACA JUGA  Korea Selatan Berduka, Pesawat Jeju Air Alami Kecelakaan dan Tewaskan 179 Penumpang

“Korupsi kembali di lingkungan SNVT Pelaksanaan Jalan Wil. II Satker Dedy Mandarsyah. Rekonstruksi jalan Bts. Kuansing-Muara Lembu (Longsoran Km.128), tidak bertanggung jawab terhadap kontrak (pek.terbengkalai),”tulis pemilik akun Facebook tersebut.

Belakangan Masyarakat tanah air memang dihebohkan dengan sebuah video viral yang memperlihatkan aksi pemukulan terhadap Ketua Dokter Koas di salah satu rumah sakit di Palembang, Sumatera Selatan.

Ketua Dokter Koas yang menjadi korban premanisme itu adalah Muhammad Lutfhi.

Insiden bermula dari sebuah masalah jadwal jaga alias jadwal piket yang dianggap tak sesuai dengan keinginan seorang koas FK Unsri bernama Lady Aurellia Pramesti.

Jadwal jaga koas ini memicu keributan hingga terjadi insiden penganiayaan yang menghebohkan publik.

Banyak yang menyayangkan sikap Lady maupun pihak keluarganya yang dianggap terlalu angkuh.

BACA JUGA  Profil Terbaru Refal Hady Aktor Tampan Berdarah Belanda-Arab

Hal ini membuat netizen mendukung Muhammad Luthfi selaku Ketua Dokter Koas di RSUD Siti Fatimah.

Namun saat ini, Luthfi diketahui masih dalam masa pemulihan akibat penganiayaan yang dilakukan oleh Fadilla alias Datuk yang merupakan sopir sekaligus kerabat keluarga Lady Aurellia Pramesti.

Buntut kasus penganiayaan ini, Lina Dedy, ibu dari mahasiswa FK Unsri yang mempermasalahkan jadwal jaga anaknya itu akhirnya menjalani pemeriksaan di Polsek Ilir Timur II, Palembang, Sumatera Selatan.

Lina menyampaikan permintaan maaf kepada Luthfi dan keluarganya dengan kepala tertunduk dan wajah ditutup masker.

Sementara itu, ayah dari Muhammad Luthfi masih enggan bertemu dengan pihak Lady dan memilih untuk menyelesaikan masalah ini di jalur hukum.

Orang tua Ketua Dokter Koas RSUD Siti Fatimah Palembang itu saat ini ingin lebih fokus pada pemulihan anaknya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *