“Bagaimana kita melakukan penggiringan namun itu tidak membahayakan masyarakat, karena itu perlunya koordinasi dan satu komando. Jangan ada lagi warga yang nekat melakukan penggiringan sendiri. Karena kami menerima laporan itu masih ada. Masyarakat perlu paham bahwa itu sangat berbahaya,” ujarnya.
Lebih lanjut Mandala mengatakan, untuk blokade pada titik-titik yang berpotensi perlintasan kawanan gajah. Sejauh ini, kekompakan dan kegotong-royongan masyarakat cukup tinggi, membantu petugas melakukan penghalauan.
Sebelumnya, terdapat 12 ekor gajah yang masih menghantui masyarakat Suoh dan Bandarnegeri Suoh (BNS). Kawana gajah tersebut sempat masuk permukiman penduduk dan merusak rumah, gubuk dan tanaman warga. (rera)











