Dalam kurun waktu sebulan terakhir, keduanya telah beraksi di 13 TKP berbeda.
AG juga mengatakan, keduanya kerap melancarkan aksi saat malam hari.
“Biasanya waktu malam hari, asal situasinya aman kami bisa unjal (angkut, red) kursi-kursinya,” katanya.
Pria yang sehari-hari bekerja sebagai tukang ojek online ini mengaku terpaksa melakukan tindak pindana.
Hal ini lantaran pengahasilannya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup.
“Uangnya kami bagi dua, untuk biaya hidup sehari-hari saja. Karena penghasilan saya nggak cukup untuk biaya sehari-hari,” akunya. (rera)









