Lamsel  

Cegah Banjir Agar Tidak Berulang, Dewan Desak Penanganan Drainase dan Gorong-Gorong Jadi Prioritas

DPRD Lamsel mendesak pemerintah daerah memprioritaskan penanganan drainase dan gorong-gorong sebagai upaya mencegah banjir agar tidak berulang.

ReferensiRakyat.CO.ID – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Lampung Selatan (DPRD Lamsel), Rosdiana turut menyoroti banjir berulang setiap musim hujan.

Kondisi ini dinilai sangat memprihatinkan karena dapat merugikan warga yang terdampak.

Sorotan juga tertuju pada infrastruktur gorong-gorong di Kawasan Perumahan Permata Asri dan Dusun Kalangmas yang disebut sudah beberapa kali mengusulkan untuk diperbaiki atau dibangun, namun hingga kini belum terealisasi.

BACA JUGA  Anggota DPRD Lamsel, Jenggis Khan Haikal Hadiri Komsos Bersama Appem TA - 2024

“Airnya deras sekali, tingginya sampai dada orang dewasa. Sekitar satu jam kemudian memang surut tapi masih tinggi selurut,”ungkap anggota dewan dari fraksi PDI Perjuangan itu.

Banjir akibat hujan dengan intensitas cukup tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan pada Jumat, 6 Maret 2026 memicu banjir di sejumlah desa.

BACA JUGA  Pemkab Lampung Selatan Perkuat Statistik Sektoral dan Interoperabilitas Data

Sedikitnya tujuh desa dilaporkan terdampak, dengan kondisi cukup parah terjadi di Desa Karang Anyar, khsusunya Perumahan Permata Asri dan Dusun Kalangmas.

Air dengan arus deras tiba-tiba masuk ke permukiman warga dan merendam rumah-rumah, sehingga banyak warga terpaksa menyelamatkan barang-barang mereka karena peralatan rumah tangga rusak bahkan terbawa arus banjir.

BACA JUGA  Ketua YJI Lampung Selatan Ajak Masyarakat Untuk Terapkan Panca Usaha Hidup Sehat

Dari total 21 Desa di Kecamatan Jati Agung, tujuh desa yang dilaporkan terdampak yaitu Way Huwi, Jatimulyo, Karanganyar, Fajar Baru, Karangsari, Marga Agung dan Sinar Rezeki.

Rosdiana berharap tahun ini pemerintah daerah dapat memprioritaskan penanganan drainase dan gorong-forong agar banjir tidak terus berulang dan merugikan Masyarakat.