Teroris Sandera Pejabat Lampung

Denjaka dan Marinir berhasil membebaskan para pejabat Lampung dari Sandera Teroris. Foto humas Marinir for referensirakyat.co.id
Denjaka dan Marinir berhasil membebaskan para pejabat Lampung dari Sandera Teroris. Foto humas Marinir for referensirakyat.co.id

Ya, ini adalah operasi latihan pembebasan sandera oleh Negara Sonora. Lokasi latihannya di Gedung Pemerintahan Provinsi (Pemprov) Lampung, pada Rabu (15/9).

Koorsahli Dankormar Kolonel Marinir Eddy Setiawan mengatakan, ratusan personel TNI Angkatan Laut melaksanakan operasi latihan pembebasan sandera pejabat lampung di gedung Pemprov Lampung.

“Penyanderaan ini merupakan skenario kami. Jadi, seolah-olah pejabat lampung itu di sandera oleh teroris,” Ungkap Eddy, seperti mengutip ISPtimes.com (jaringan Referensi Rakyat)

BACA JUGA  Taruh Tas di Atas Motor, Seorang Mahasiswi di Jambret

Dia melanjutkan, dalam pelaksanaan operasi, satuan manuver terbaik Korps Marinir Lampung dari Brigade Infanteri 4 Marinir/BS membantunya. Dengan memperkuat unsur-unsur kavaleri tim regu pandu tempur.

“Tujuan operasi latihan kali ini, untuk memperkuat pasukan pendarat TNI AL. Serta latihan rutin oleh prajurit sesuai dengan perintah satuan atas,” Ujarnya.

BACA JUGA  Musnahkan Narkotika 73 Kg sabu, 111 Kg Ganja dan 4.050 Butir Pil Ekstasi

Menurutnya, pihaknya juga menggunakan exfiltrasi tim bravo. Yakni menggunakan teknik stabo melalui udara menggunakan helly bell TNI AL.

Teknik ini, penggunaannya pada saat pelaksanaan pengunduran yang sangat sulit terjangkau,” Katanya.

Sementara itu, Sedka Provinsi Lampung, Fahrizal Darminto mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh pasukan TNI Angkatan Laut.

“Kami kagum sekali dengan operasi pembebasan sandera oleh Pasukan Denjaka dan Brigif 4 Mar/BS. Peralatannya juga lengkap. Mulai dari kendaraan rupanpur, Tank, dll,” Bebernya.

BACA JUGA  Agus Sartono: Pentingnya Tanamkan Nilai-nilai Pancasila Sebagai Pedoman Hidup dan Bermasyarakat

Fahrizal mengatakan pemilihan lokasi di Gedung Pemprov Lampung sangat tepat. Sebab, lokasi tersebut merupakan pusat perkantoran dianggap sebagai salah satu objek vital.

“Pemilihannya tepat karena ada gedung DPRD, kantor Gubernur dan merupakan objek vital di provinsi Lampung,” Pungkasnya. (rera)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *