REFERENSIRAKYAT.CO.ID – Pemerintah Pusat resmi melanjutkan Penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Bagi daerah yang masuk level 4 mulai 26 Juli hingga 2 Agustus mendatang.
Kabar ini langsung di sampaikan Presiden RI, Joko Widodo melalui keterangan pers di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Minggu (25/7) pukul 19.00 WIB.
“Kita tahu saat ini sudah terjadi tren perbaikan pada pandemi Covid-19. Laju penambahan kasus, bor dan positivity rate menunjukkan tren penurunan seperti yang terjadi beberapa provinsi di Jawa. Namun demikian kita harus tetap berhati-hati dalam menghadapi tren perbaikan ini, harus waspada varian delta yang sangat menular,” Ungkap Jokowi -sapaan akrab Presiden Joko Widodo-.
Menurutnya, mempertimbangkan aspek kesehatan harus di hitung secara cermat, dan pada saat yang sama aspek sosial ekonomi masyarakat dalam hal pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari harus di prioritaskan. Seperti mempertimbangkan aspek kesehatan, ekonomi dan sosial, maka PPKM level 4 layak untuk lanjut.
“Maka saya memutuskan untuk melanjutkan Penerapan PPKM level 4 dari 26 Juli sampai 2 Agustus 2021. Namun kita akan melakukan beberapa penyesuaian terkait aktivitas dan mobilitas yang di lakukan bertahap dengan pelaksanaan ekstra hati-hati,” tegasnya.
Ia menjelaskan, pada pasar rakyat yang menjual sembako, boleh buka dengan biasa dan prokes ketat. Pasar rakyat yang menjual selain Pokok sehari-hari, dapat buka maksimal 50% kapasitas sampai pukul 15.00 waktu setempat. Dan pengatur lebih lanjut di atur Pemda.
“Kalau Pedagang kaki lima, toko klontong, agen atau outlet voucher, pangkas rambut, laundry, pedagang asongan. Kemudian bengkel kecil, cucian kendaraan dan usaha lainnya yang sejenis buka dengan prokes ketat sampai 21.00 yang teknisnya akan diatur pemda. Warung makan, pedagang kaki lima, lapak jajanan dan sejenisnya yang memiliki tempat usaha ruang terbuka juga dapat buka dengan prokes ketat sampai pukul 21.00 dan maksimum waktu makan pengunjung 20 menit,” Bebernya.
Terkait hal teknis lainnya, lanjut Jokowi, menko dan menteri terkait akan menjelaskannya. Untuk mengurangi beban masyarakat akibat pandemi Covid-19, pemerintah meningkatkan bantuan sosial untuk masyarakat dan bantuan untuk UMKM dan penjelasan terperinci akan oleh menteri terkait.
“Saya meminta menteri untuk melakukan langkah maksimal, membagikan vitamin, suplemen kepada masyarakat, memberikan dukungan obat-obatan dan konsultasi dokter pada yang Isolasi mandiri serta dukungan pengobatan di rumah sakit,” Katanya.
Kematian harus turun
Dia menjelaskan, Angka kematian, harus di tekan semaksimal mungkin. Untuk daerah yang memiliki angka kematian tinggi, peningkatan kapasitas rumah sakit, isolasi terpusat dan ketersediaan oksigen perlu di tingkatkan segera. Kita harus waspada karena ada kemungkinan dunia akan menghadapi varian lain yang lebih menular.
“Maka saya memerintahkan untuk testing, tracing bisa di tingkatkan lebih tinggi. Dan respon treatment yang tepat untuk menekan laju penularan dan meningkatkan laju kesembuhan. Penetapan prokes yang ketat dan peningkatan tracing, testing dan treatment akan menjadi pilar utama penanganan Covid-19 kedepannya. Memakai masker dan menjaga jarak,” Katanya.
Terakhir, Jokowi mengajak seluruh lapisan masyarakat, komponen bangsa bersatu padu dan bahu membahu melawan Covid-19. “Dengan kerja keras kita bersama insya Allah kita akan segera terbebas dari Covid-19 dan Kegiatan sosial ekonomi masyarakat akan kembali normal,” tandasnya. (Rera)











