Pemkot Bandar Lampung Larang Kampanye Politik Di Car Free Day Demi Kenyamanan Warga

Referensi Rakyat.co.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung secara tegas melarang pasangan calon (paslon) yang akan berkompetisi dalam Pilkada serentak 2024 untuk melakukan kegiatan kampanye di area Car Free Day (CFD).

Langkah ini diambil untuk menjaga CFD sebagai ruang publik bagi warga yang ingin berolahraga dan beraktivitas tanpa terganggu oleh kegiatan politik.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Bandar Lampung, Muhaimin, menegaskan pentingnya menjaga CFD sebagai sarana kesehatan dan kebugaran masyarakat. Oleh karena itu, Pemkot melarang keras penggunaan area tersebut untuk kegiatan kampanye oleh peserta Pemilu.

BACA JUGA  Pemkot Urung Keluarkan Perwali Trayek Angkot, Begini Penjelasannya

“CFD adalah tempat bagi warga untuk berolahraga, jadi jangan sampai diganggu oleh aktivitas politik,” ujar Muhaimin, Rabu (2/10/2024).

Ia juga meminta seluruh peserta Pemilu untuk menghormati fungsi utama CFD dan tidak memanfaatkannya sebagai arena kampanye.

Car Free Day di Bandar Lampung berlangsung setiap Minggu pagi di area Tugu Adipura, yang menjadi pusat aktivitas warga untuk berolahraga dan berinteraksi. Lokasinya strategis, berada di persimpangan empat jalan utama kota, sehingga selalu ramai dipadati warga.

BACA JUGA  Pemkot Bandar Lampung Perbaiki Fasilitas Pasar Tugu, Kangkung dan Panjang

Aturan ini didasarkan pada Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2015 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota, yang telah diubah menjadi Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2020. Dalam undang-undang tersebut, jelas disebutkan bahwa kampanye dilarang menggunakan fasilitas pemerintah daerah, termasuk CFD yang disediakan oleh Pemkot Bandar Lampung.

BACA JUGA  Pemkot Bandar Lampung Siap Buka Pendaftaran PPPK 2024, Tunggu Arahan Teknis Dari Pusat

Pemkot juga telah berkoordinasi dengan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) untuk memantau pelaksanaan CFD selama masa kampanye Pilkada, guna memastikan bahwa kegiatan politik tidak mengganggu kenyamanan masyarakat.

“Kami akan memastikan CFD tetap menjadi ruang publik yang netral dan bebas dari kegiatan politik, demi kenyamanan warga saat berolahraga,” tandas Muhaimin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *