ReferensiRakyat.CO.ID – Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Lampung, Marindo Kurniawan menekankan pentingnya dampak nyata dalam pelaksanaan proyek perubahan yang dirancang peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XXIV Tahun 2026.
Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan saat menjadi penguji Seminar Rancangan Proyek PKN II, yang berlangsung di Kantor BPSDM Provinsi Lampung pada Selasa, 8 September 2026.
Dalam kegiatan yang diikuti 10 pejabat pimpinan tinggi pratama dari Kabupaten Lampung Barat dan Kabupaten Way Kanan tersebut.
Sekdaprov Marindo menjelaskan keberhasilan proyek perubahan tidak semata-mata diukur dari bertambahnya pengetahuan dan kompetensi peserta selama mengikuti PKN II.
Lebih dari itu, inovasi yang dirancang harus mampu memberikan nilai tambah dan manfaat nyata bagi organisasi serta masyarakat.
“Yang paling penting bukan sekadar menambah pengetahuan, tetapi ada dampaknya bagi lingkungan tugas masing-masing, terutama masyarakat yang merasakan manfaatnya,” ujar Marindo.
Dalam seminar tersebut, setiap peserta diberikan waktu untuk memaparkan dua hal utama, yakni kebaruan inovasi yang digagas serta pemangku kepentingan yang keterlibatannya masih perlu diperkuat.
Format tersebut diterapkan untuk mengarahkan peserta agar mampu menyampaikan substansi proyek perubahan secara efektif sekaligus menunjukkan kesiapan inovasi untuk diimplementasikan.
Beragam proyek perubahan dipaparkan, mulai dari penanganan bencana, pemerataan distribusi air irigasi, peningkatan kompetensi aparatur sipil negara (ASN), hingga penguatan daya saing investasi daerah.
Marindo mengatakan, seluruh proyek perubahan tersebut akan dievaluasi dalam tiga bulan ke depan.
Evaluasi ini akan dilakukan untuk melihat perkembangan pelaksanaan sekaligus mengukur hasil yang dicapai dibandingkan dengan kondisi sebelum inovasi diterapkan.
Marindo berharap peserta tidak berhenti pada penyusunan dan pemaparan proyek perubahan selama pelatihan.
Di mana inovasi yang telah dirancang harus dapat diimplementasikan secara berkelanjutan di instansi masing-masing.
“Jangan sampai proyek perubahan berhenti setelah pelatihan selesai. Harus terus dikawal dan dipastikan memberikan manfaat,” jelasnya.
Selanjutnya, pelaksanaan seluruh proyek perubahan akan dikawal oleh mentor dan coach masing-masing peserta. Efektivitas program akan dilihat dari nilai tambah yang dihasilkan serta manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya di Kabupaten Lampung Barat dan Kabupaten Way Kanan.











