Pemprov Lampung Dorong Pengembangan Ekspor Produk Desa melalui Program Desaku Maju

Pemerintah Provinsi Lampung mendorong pengembangan ekspor produk desa melalui Program Desaku Maju.

ReferensiRakyat.CO.ID – Pemerintah Provinsi Lampung mendorong pengembangan produk desa agar mampu menembus pasar internasional melalui Program Desaku Maju.

Upaya tersebut dibahas dalam Rapat Pengembangan Ekspor Produk Desa berbasis Program Desaku Maju yang dipimpin Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan di ruang kerjanya pada Rabu, 26 Agustus 2026.

Pengembangan ekspor produk desa diarahkan untuk memperkuat pemberdayaan masyarakat sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas bagi berbagai komoditas potensial di Lampung.

BACA JUGA  Duta Besar dan Investor Hadiri Event LIBCF Tahun 2022

Masyarakat dan pelaku usaha tidak harus langsung berada dalam skala besar, tetapi didorong untuk meningkatkan kapasitas, kualitas, dan kemampuan memenuhi kebutuhan pasar internasional.

Sekdaprov Marindo menyampaikan Lampung memiliki potensi produk yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota.

Selain komoditas yang selama ini telah dikenal seperti kopi, kakao, nanas, dan pisang, terdapat berbagai produk lain yang berpeluang dikembangkan menjadi komoditas ekspor melalui proses identifikasi, penguatan kualitas, dan penyesuaian dengan kebutuhan pasar.

BACA JUGA  Wagub Jihan Nurlela Pimpin Rapat Optimalisasi Penyelenggaraan Program JKN

Dalam pelaksanaannya, pemerintah akan melakukan pemetaan terhadap potensi dan kesiapan desa, termasuk kapasitas produksi, kualitas produk, kesinambungan pasokan, serta kesesuaian dengan permintaan pasar internasional.

Pengembangan ekspor produk desa membutuhkan keterpaduan lintas sektor dan perangkat daerah.

Sinergi diperlukan antara sektor perdagangan dan ekspor dengan sektor pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan, pengolahan pangan, serta UMKM.

Selain itu, UMKM yang telah memiliki pengalaman sebagai eksportir akan dilibatkan sebagai mitra pembelajaran dan pendamping bagi pelaku usaha desa yang mulai memasuki pasar internasional.

BACA JUGA  Gubernur Mirza Siap Perkuat Perlindungan terhadap Pekerja Migran Asal Lampung dengan Perda atau Pergub

Melalui pendekatan tersebut, pengembangan ekspor tidak hanya berorientasi pada ekspor perdana, tetapi juga diarahkan untuk membangun keberlanjutan pasar, meningkatkan volume perdagangan, memperluas negara tujuan, melakukan diversifikasi produk, serta mendorong terjadinya repeat order.

Program ini diharapkan dapat memperkuat posisi desa sebagai bagian dari rantai nilai perdagangan internasional melalui produk yang memiliki nilai tambah dan daya saing global.