ReferensiRakyat.CO.ID – Pj. Gubernur Lampung Samsudin, memberikan arahan pengendalian inflasi daerah yang strategis dan komprehensif dalam High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).
Kegiatan ini dilaksanakan di Mahan Agung pada Kamis, 10 Oktober 2024. Pertemuan ini dihadiri Kepala Daerah Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung.
Pj. Gubernur Samsudin dalam arahannya menekankan langkah-langkah pengendalian inflasi di wilayah Provinsi Lampung dan menargetkan tingkat inflasi yang lebih stabil, sesuai dengan standar nasional.
Pada kesempatan itu, Samsudin menegaskan bahwa target inflasi nasional tahun 2024 adalah 1,5% hingga 3,5%, dengan angka ideal yang diharapkan berada pada kisaran 2,5% plus-minus 1%.
“Kita perlu upaya pengendalian yang terukur agar inflasi di Lampung tidak melebihi standar nasional, namun juga tidak terlalu rendah,” tegas Samsudin kepada audiens yang hadir.
Selain itu, Pj. Gubernur Samsudin juga menekankan pentingnya pengumpulan data yang akurat dan sistematis untuk memantau pergerakan inflasi di Lampung.
“Lampung harus memiliki interval data yang tepat, khususnya di Pulau Sumatera. Kabupaten Pringsewu misalnya, saat ini berada di peringkat pertama dengan kenaikan Indeks Harga Pedagang (IPH) sebesar 1,75%, diikuti Tulang Bawang Barat dengan kenaikan IPH sebesar 1,48%,” jelasnya.
Lalu Samsudin juga menyampaikan bahwa ada beberapa daerah lain yang juga menjadi perhatian utama seperti Kabupaten Way Kanan menempati urutan ketiga dengan kenaikan IPH sebesar 1,13%.
Sementara itu, Kabupaten Lampung Timur dan Mesuji yang sebelumnya memiliki tingkat inflasi yang tinggi saat ini mulai menunjukkan perbaikan.
Sehingga Samsudin mengapresiasi kerja keras pemerintah daerah dalam mengatasi persoalan ini, namun tetap mengingatkan pentingnya pengawasan yang berkelanjutan.
Lanjut Pj Gubernur Lampung itu juga menginstruksikan kepada seluruh jajaran pemerintah daerah untuk lebih informatif dalam mengomunikasikan langkah-langkah pengendalian inflasi kepada masyarakat.
“Langkah-langkah pengendalian inflasi harus berbasis pada data yang akurat dan perlu disosialisasikan dengan baik agar masyarakat juga memahami peran mereka dalam menjaga stabilitas harga,” imbuh Samsudin.
Samsudin turut meminta agar distribusi pangan di seluruh wilayah Lampung, khususnya melalui Bulog, terus diawasi secara ketat.
“Kita harus memastikan ketersediaan bahan pokok hingga Desember2024, bahkan hingga Natal dan Tahun Baru. Stok di Bulog harus cukup hingga Januari 2025,” tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Pj. Gubernur Samsudin juga menginformasikan bahwa Pemerintah Provinsi Lampung telah menerima Insentif Fiskal untuk Daerah Berprestasi dalam Kinerja Pengendalian Inflasi Daerah dari Kementerian Keuangan RI dan Kementerian Dalam Negeri.
Adapun insentif ini diharapkan dapat digunakan untuk menjaga ketersediaan pasokan, stabilitas harga, dan kelancaran distribusi di seluruh Lampung.
Samsudin juga mengarahkan para kepala daerah untuk memantau perkembangan inflasi di wilayah masing-masing secara intensif, serta terus berkoordinasi dengan satgas pangan dalam menjaga kelancaran distribusi dari tingkat distributor hingga ke pengecer.
“Pemantauan yang efektif harus dilakukan secara rutin agar inflasi di Lampung tetap terkendali dan daya beli masyarakat tetap terjaga,” kata Samsudin.
Lalu Samsudin juga mengapresiasi Bulog, Badan Pusat Statistik (BPS), dan Bank Indonesia yang telah bekerja sama dalam pengendalian inflasi. Ia berharap agar sinergi antara seluruh pihak dapat terus ditingkatkan.
Kemudian Samsudin menutup arahannya dengan menyampaikan bahwa pengendalian inflasi harus dilakukan secara komprehensif.
Ini bertujuan agar semua aspek, mulai dari pasokan, distribusi, hingga stabilitas harga berjalan dengan baik. Tidak ada yang boleh diabaikan dalam upaya menjaga inflasi tetap stabil di Lampung
Dengan arahan yang jelas dan langkah-langkah konkret yang direncanakan, Provinsi Lampung diharapkan dapat terus menjadi contoh dalam pengendalian inflasi di Pulau Sumatera.
Pj. Gubernur Samsudin optimistis bahwa dengan kerja sama yang solid, target inflasi yang telah ditetapkan dapat tercapai dan ekonomi Lampung akan tetap stabil. (*)











