Pemprov Dorong Seni Jadi Sarana Pembentukan Karakter dan Kreativitas Siswa

Pemerintah Provinsi Lampung mendorong seni menjadi sarana pembentukan karakter dan kreativitas siswa.

ReferensiRakyat.CO.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung mendorong penguatan pelestarian seni dan budaya daerah melalui pendidikan serta pengembangan ruang ekspresi bagi generasi muda.

Upaya tersebut diwujudkan melalui Gelar Karya Gerakan Seniman Masuk Sekolaha tau GSMS Provinsi Lampung tahun 2026.

Kegiatan yang digelar di Balai Keratun, Komplek Kantor Gubernur Lampung pada Rabu, 21 Oktober 2026 tersebut dibuka oleh Gubernur Lampung, yang diwakili Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Yanyan Ruchyansyah.

BACA JUGA  Demi Tingkatkan Kemampuan Teknis Manajerial dan Leadership, Dekranasda Lampung Gelar Capacity Building bagi 300 Perajin Binaan Dekranasda

Gubernur Lampung dalam sambutan yang dibacakan Yanyan Ruchyansyah menyampaikan bahwa Lampung memiliki kekayaan seni dan budaya yang menjadi identitas sekaligus kebanggaan daerah.

Kekayaan yang mencakup seni tari, musik tradisional, sastra lisan, kerajinan serta beragam ekspresi budaya yang tumbuh di tengah Masyarakat.

Menurutnya, kekayaan itu perlu dijaga dan dikembangkan bahkan diwariskan kepada generasi berikutnya melalui keterlibatan seluruh pemangku kepentingan, termasuk dunia pendidikan.

Ia menegaskan bahwa seni dan budaya tidak hanya berperan dalam pembentukan karakter dan kepribadian peserta didik.

BACA JUGA  Pemprov Lampung Silatuhrahmi Bersama Sekretaris Jenderal Dewan Ketahanan Nasional

Seni dan budaya juga berpotensi membuka peluang ekonomi bagi generasi muda melalui pengembangan industri kreatif.

“Anak-anak kita harus mengenal akar budayanya, sekaligus memiliki kemampuan beradaptasi dengan zaman. Kita ingin seni tradisional Lampung tetap hidup dan dicintai generasi muda, sekaligus memberi ruang bagi mereka untuk mengembangkan kreativitas melalui seni modern, teknologi digital dan industri kreatif,”ujar Gubernur dalam sambutan yang dibacakan.

Dalam hal ini, program GSMS dinilai bisa menjadi langkah strategis untuk mempertemukan dunia pendidikan dengan seni dan budaya.

BACA JUGA  Pemprov Lampung Gelar Acara Pelepasan Pj. Gubernur Lampung Samsudin dan Pj. Ketua TP PKK Ibu Maidawati Retnoningsih

Melalui program ini, para peserta didik memperoleh kesempatan belajar langsung dari seniman, memahami proses kreatif serta berlatih menciptakan dan menampilkan karya seni.

Namun keberhasilan program ini membutuhkan kolaborasi antar sekolah, seniman, pemerintah daerah, orang tua serta seluruh pemangku kepentikan.

Pasalnya ini bertujuan agar pembelajaran seni dan budaya dapat berjalan langsung secara berkelanjutan serta memberikan manfaat kepada para peserta didik secara nyata.