Pansus Tata Niaga Singkong DPRD Lampung Minta Pemerintah Stop Impor Tapioka

Anggota Pansus Tata Niaga Singkong DPRD Lampung minta pemerintah pusat intuk menutup keran impor tapioka.

ReferensiRakyat.CO.ID – Anggota Pansus Tata Niaga Singkong DPRD Lampung, Putra Jaya Umar mendesak pemerintah pusat untuk segera menutup keran impor tapioka.

Pasalnya hal itu dinilai merugikan petani singkong lokal karena kebijakan impor yang terbuka secara umum menjadi salah satu penyebab turunnya harga tepung tapioka di pasar domestik.

Pada kesempatan ini, Umar menjelaskan bahwa produksi singkong dalam negeri memang belum mencukupi kebutuhan tapioka nasional yang sebenarnya tidak tinggi hanya sekitar 2,5jt ton.

BACA JUGA  Dukung Program Migrasi Siaran Analog Ke Digital, Gubernur Arinal Harapkan Stasiun TV Semakin Informatif, Edukatif dan Menginspirasi Masyarakat Lampung

Namun kekurangan itu selama ini dipenuhi melalui impor dari Thailand, yang mana kebijakan impor tidak terkendali dan justru membuat harga tapioka di dalam negeri anjlok.

“Harga tepung tapioka yang sebelumnya Rp6.800 kini turun menjadi Rp6.300. Penurunan ini sangat berdampak pada petani singkong karena harga singkong ikut merosot,” ujarnya pada 16 Januari 2025.

Untuk menjaga stabilitas harga dan melindungi petani lokal, Pansus Tata Niaga Singkong DPRD Lampung meminta Kementerian Pertanian dan kementerian terkait untuk menutup keran impor tapioka di seluruh Indonesia.

BACA JUGA  Gubernur Tegaskan Pemerintah Provinsi Lampung Terus Berupaya Menciptakan Keseimbangan dan Keadilan Bagi Buruh

Kemudian sebagai solusi, mereka mengusulkan pemerintah mengambil langkah strategis untuk menangani kekurangan pasokan, misalnya melalui peran BUMN atau lembaga lain.

“Kami mendorong pemerintah mengelola kekurangan pasokan dengan mekanisme yang adil sehingga harga tetap stabil. Jika harga impor murah dan dijual di dalam negeri, seharusnya keuntungannya masuk ke kas negara, bukan justru merugikan petani kita,” imbuhnya

BACA JUGA  Senam Ritmik Lampung Raih 4 Emas dan 2 Perak PON XXI Aceh-Sumut 2024

Selain itu, Umar juga meminta pemerintah fokus pada peningkatan produktivitas singkong di dalam negeri.

Adapun salah satu caranya adalah melalui riset dan pengembangan bibit unggul yang mampu menghasilkan singkong dengan kadar pati tinggi sehingga menghasilkan tonase besar.

“Kementerian Pertanian harus melakukan penelitian serius untuk menciptakan bibit singkong unggul. Jika produktivitas petani meningkat, maka kita tidak perlu lagi bergantung pada impor,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *