Refrensirakyat.co.id – Mendengarkan music merupakan sebuah hal yang biasa diakukan oleh banyak orang.
Baik mendengarkan lagu dalam kondisi diam atausmbil melakukan aktivitas, hal ini biasa dilakukan dengan berbagai cara yang berbeda.
Kebiasaan seseorang dalam mendengarkan music juga bisa berbeda-beda satu sama lain.
Ada yang mendengarkan dengan volume sayup-sayup, namun ada yang mendengarkan music dalam volume sekencang mungkin.
Mendengarkan music dalam volume yang terlalu keras bisa menyebabkan masalah.
Ketika kamu melakukannya dengan menggunakan headphone, volume yang terlalu keras bisa menimbulkan masalah.
Walau begitu, menggunakan pelantang atau speaker juga bisa menimbulkan gangguan bagi orang di sekitarmu.
Mendengarkan music dalam volume keras terutama pada music-music yang berbisik bisa menimbulkan masalah pendengaran.
Namun,tahukah kamu bahwa hal ini juga bisa merembet pada kesehatan lain yang mungkin akan muncul.
Sejumlah dampak kesehatan bisa dialami oleh tubuh akibat kebiasaan mendengarkan music terlalu keras .
Ketika kita mendengarkan suara music yang keras atau berada di sekitaran konstruksi, telinga akan mengalami gangguan pendengaran sementara.
Suara keras yang kita dengar bisa menyebabkan gangguan telinga permanen.
Getaran dari suara yang keras tersebut bisa merusak membrane koklea yang letaknya di telinga bagian dalam.
Selain itu,suara keras juga dapat merusak sel-sel rambut yang merupakan sel saraf pendengaran manusia.
Gangguan pendengaran ini bisa berupa :
• Telinga berdengung
• Sakit telinga
• Bahkan tidak bisa mendengar dengan baik seperti sebelumnya
Mengutip dari Centers for Disease Control and Prevention, kondisi itu terjadi karena suara keras membuat sel-sel rambut (sel saraf pendengaran) menjadi sangat bengkok.
Meski demikian sel-sel tersebut bisa luruh kembali dalam waktu beberapa menit atau jam,dan kita bisa kembali bisa kembali mendengar dengan normal.
Suara keras yang kita dengar juga bisa menyebabkan gangguan telinga.
Getaran dari suara yang keras tersebut bisa merusak membrane koklea yang letaknya di telinga bagian dalam.
Selain itu,suara keras juga dapat merusak sel-sel rambut yang merupakan sel saraf pendengaran manusia.
Mengutip National Institute on Deafness and Other Communication Disordes, sel-sel rambut manusia tidak akan tumbuh kembali seperti yang terjadi pada sel rambut burung dan amfibi.
Artinya,sel-sel rambut yang rusak menyebabkan telinga tidak mampu menghantarkan sinyal suara ke otak.
Nah,semakin banyak sel-sel ramut yang rusak makin terganggu pendengaran seseorang.
Gangguan pendengaran permanen tidak hanya terjadi karena suara keras yang tiba-tiba.
Namun juga dapat terjadi kita mendengar suara keras dalam jangka waktu yang panjang.
Maka kita hatus mengatur dan menghindari suara yang keras terhadap telinga kita.
Masalah Telinga yang Muncul :
1. Gangguan Pendengaran
Gangguan pendengaran adalah salah satu masalah kesehatan paling utama yang bisa disebabkan akibat mendengrkan music terlalu keras.
Ketika volume music yang biasa kamu dengarkan lebih dari 90 desibel,maka gendang telinga mulai terganggu.
2. Infeksi Telinga
Jika kondisi ini dibiarkan dalam jangka panjang,semakin besar risiko terjadinya penurunan kemampuan untuk mendengar.
Oleh karena itu,pasikan kamu tidak menggunakan earphone atau headset terlalu lama dengan volume yang keras.
Infeksi telinga adalah salh satu efek yang bisa muncul dari kebiasaan mendengarkan music terlalu keras.
Pada earphone yang digunakan secara bergantian, hal ini bisa menyebabkan perpindahan bakteri yang menyebabkan infeksi.
3. Masalah Saraf
Selain masalah telinga,mendengarkan music terlalu keras juga bisa menyebabkan masalah saraf.
Kebisaan buruk ini bisa menyebabkan saraf telinga mengalami kerusakan.
Masalah saraf yang terjadi ini bisa menjadi semakin parah jika tak segera ditangani.
Pada kondisi parah,masalah ini bisa mencapai saraf otak, sehingga menyebabkan lebih luas ke seluruh tubuh.
4. Penurunan Konsentrasi
Mendengarkan music terlalu keras terutama dalam jangka waktu tertentu bisa membuat konsentrasi menurun.
Kondisi ini bisa membuatmu mengalami kesulitan kata-kata orang lain serta hal-hal tertentu.
Dampak lain yang bisa muncul adalah suara yang menjadi terdengar kabur.
Dalam mendengarkan musik,disarankan dalam volume yang tidak terlalu keras agar tidak mengalami sejumlah masalah tersebut.
Volume yang tepat justru nisa membuat music jadi bermanfaaat baik bagi kesehatan.
Demikian informaasi menjaga kesehatan pendengaran kita terhadap suara keras.
Semoga bermanfaat.











