DPRD Bandar Lampung Desak Tambahan Vaksin Rabies: Keselamatan Warga Tak Bisa Ditawar

Desakan DPRD Bandar Lampung terhadap pemerintah untuk menambah stok Vaksin Anti Rabies yang menimbulkan keresahan Masyarakat.

ReferensiRakyat.CO.ID – DPRD Bandar Lampung mendesak pemerintah menambah stok Vaksin Anti Rabies (VAR) menyusul kelangkaan yang terjadi di sejumlah fasilitas kesehatan.

Kondisi ini menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat, terutama dalam menangani kasus Gigitan Hewan Penular Rabies (GHPR) yang butuh penanganan cepat.

Ketua Komisi IV DPRD, Asroni Paslah menegaskan pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat untuk pengadaan tambahan vaksin.

BACA JUGA  Pengumuman, Pemkot Bandar Lampung Gratiskan Denda PBB Untuk Tiga Tahun Kebelakang

“Kami akan ajukan usulan penambahan persediaan VAR, karena prioritas utama kami adalah keselamatan masyarakat,” kata Asroni pada Selasa, 26 Agustus 2025.

Asroni menilai rabies bukan sekadar masalah kesehatan, tetapi juga ancaman sosial yang bisa berujung fatal jika vaksin tidak tersedia.

BACA JUGA  DPRD Bandar Lampung Ingatkan Dinas Kesehatan Untuk Siaga Hadapi DBD

“Kekurangan vaksin bisa memperbesar risiko fatal, kita tidak boleh kehilangan nyawa hanya karena pasokan terbatas,” ujarnya.

Selain itu, DPRD juga mendorong distribusi vaksin dilakukan tepat waktu dan merata melalui sinergi antara pemerintah daerah dan Dinas Kesehatan.

BACA JUGA  8 Jenis Minuman Khas Lampung yang Wajib Kamu Coba

Asroni menyebut edukasi soal bahaya rabies dan pentingnya vaksinasi segera pascagigitan harus digencarkan.

Ia mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap hewan penular rabies seperti anjing, kucing, dan kera.

“Penambahan stok vaksin dan edukasi harus berjalan beriringan, kami terus dorong pemerintah bertindak cepat,” pungkasnya.