DPRD Bandar Lampung Desak Tambahan Vaksin Rabies: Keselamatan Warga Tak Bisa Ditawar

Desakan DPRD Bandar Lampung terhadap pemerintah untuk menambah stok Vaksin Anti Rabies yang menimbulkan keresahan Masyarakat.

ReferensiRakyat.CO.ID – DPRD Bandar Lampung mendesak pemerintah menambah stok Vaksin Anti Rabies (VAR) menyusul kelangkaan yang terjadi di sejumlah fasilitas kesehatan.

Kondisi ini menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat, terutama dalam menangani kasus Gigitan Hewan Penular Rabies (GHPR) yang butuh penanganan cepat.

Ketua Komisi IV DPRD, Asroni Paslah menegaskan pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat untuk pengadaan tambahan vaksin.

BACA JUGA  Komisi III DPRD Bandar Lampung Bahas Terkait Penataan Infrastruktur Kabel Fiber Optik

“Kami akan ajukan usulan penambahan persediaan VAR, karena prioritas utama kami adalah keselamatan masyarakat,” kata Asroni pada Selasa, 26 Agustus 2025.

Asroni menilai rabies bukan sekadar masalah kesehatan, tetapi juga ancaman sosial yang bisa berujung fatal jika vaksin tidak tersedia.

BACA JUGA  DPRD Bandar Lampung Gelar Sidang Paripurna Penetapan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Periode 2025-2030

“Kekurangan vaksin bisa memperbesar risiko fatal, kita tidak boleh kehilangan nyawa hanya karena pasokan terbatas,” ujarnya.

Selain itu, DPRD juga mendorong distribusi vaksin dilakukan tepat waktu dan merata melalui sinergi antara pemerintah daerah dan Dinas Kesehatan.

BACA JUGA  DPRD Lampung Fokus Peningkatan Kualitas Infrastruktur, Kemantapan Jalan di Provinsi Capai 78,67%

Asroni menyebut edukasi soal bahaya rabies dan pentingnya vaksinasi segera pascagigitan harus digencarkan.

Ia mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap hewan penular rabies seperti anjing, kucing, dan kera.

“Penambahan stok vaksin dan edukasi harus berjalan beriringan, kami terus dorong pemerintah bertindak cepat,” pungkasnya.