Lamsel  

Lampung Masuk 10 Besar IPH Nasional, Pemkab Lampung Selatan Perkuat Pengawasan Harga Pangan

Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan memperkuat pengawasan harga pangan setelah Lampung masuk 10 besar IPH Nasional.

ReferensiRakyat.CO.ID – Pergerakan harga pangan menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan (Pemkab Lamsel) setelah Provinsi Lampung masuk 10 besar daerah dengan Indeks Perkembangan Harga (IPH) tertinggi secara nasional pada minggu ketiga Agustus 2026.

Meski IPH Lampung tercatat turun dari 1,15 persen pada minggu sebelumnya menjadi 1,10 persen, tekanan harga pada sejumlah komoditas pangan masih perlu diwaspadai.

Daging ayam ras, cabai rawit, dan daging sapi menjadi komoditas yang turut memberikan andil terhadap kenaikan IPH di Lampung.

Kondisi tersebut menjadi perhatian dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah yang digelar Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) secara virtual pada Senin, 24 Agustus 2026.

BACA JUGA  Pemkab Lampung Selatan, BBWS Mesuji Sekampung dan DPRD Provinsi Lampung Kolaborasi Turunkan Alat Berat Guna Revitalisasi Tanggul Pasca Banjir

Rakor dipimpin Sekretaris Jenderal Kemendagri Tomsi Tohir dan diikuti Tim Pengendalian Inflasi Daerah Kabupaten Lampung Selatan (TPID Lamsel) dari Ruang Kepala Bagian Perekonomian, Kantor Bupati Lampung Selatan melalui Zoom Meeting.

Direktur Statistik Harga Badan Pusat Statistik (BPS) RI Sarpono mengatakan, perkembangan harga pada Agustus dalam beberapa tahun terakhir cenderung terkendali. Bahkan, pada beberapa periode, Agustus mencatat deflasi secara month to month.

Berdasarkan catatan BPS, Agustus 2022 mengalami deflasi sebesar 0,21 persen, kemudian 0,02 persen pada 2023 dan 0,03 persen pada 2024. Sementara pada Agustus 2025, terjadi inflasi sebesar 0,08 persen.

“Kelompok makanan, minuman dan tembakau menjadi penyumbang utama deflasi,” kata Sarpono dalam rakor tersebut.

BACA JUGA  Pra Kunjungan Ketua TP PKK Kabupaten Kampar ke Lampung Selatan, Asisten Pemerintah dan Kesra Menggelar Rapat Koordinasi

Di sisi lain, kelompok pendidikan secara konsisten memberikan andil terhadap inflasi pada periode Agustus 2022 hingga 2025. Kondisi ini berkaitan dengan momentum tahun ajaran baru yang mendorong peningkatan pengeluaran masyarakat untuk kebutuhan pendidikan.

Memasuki minggu ketiga Agustus 2026, BPS mencatat 24 provinsi mengalami kenaikan IPH, 13 provinsi mengalami penurunan, dan satu provinsi berada dalam kondisi stabil dibandingkan bulan sebelumnya.

Dari 24 provinsi yang mengalami kenaikan IPH, daging ayam ras dan cabai rawit menjadi dua komoditas yang paling banyak memberikan andil terhadap kenaikan harga.

Di Lampung, tekanan harga juga dipengaruhi daging sapi. Dengan IPH sebesar 1,10 persen, Lampung berada di urutan kesembilan secara nasional.

BACA JUGA  Pemkab Lampung Selatan Hibahkan Tanah Seluas 1.000 M² Kepada Bawaslu

Meski masih termasuk 10 besar daerah dengan IPH tertinggi, angka tersebut menunjukkan perbaikan dibandingkan pekan sebelumnya.

Bagi TPID Lampung Selatan, kondisi tersebut menjadi sinyal untuk tidak mengendurkan pemantauan. Pergerakan harga komoditas pangan strategis perlu terus diikuti agar kenaikan pada sejumlah komoditas tidak berkembang menjadi tekanan inflasi yang lebih luas.

Melalui koordinasi lintas sektor, TPID Lampung Selatan memperkuat pemantauan harga dan ketersediaan pangan strategis di daerah.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan pasokan tetap aman sekaligus menjaga harga kebutuhan masyarakat tetap terkendali, terutama pada komoditas yang saat ini menunjukkan kenaikan harga.