Lamsel  

Pemkab Lampung Selatan, BBWS Mesuji Sekampung dan DPRD Provinsi Lampung Kolaborasi Turunkan Alat Berat Guna Revitalisasi Tanggul Pasca Banjir

Upaya revitalisasi tanggul pasca banjir yang dilakukan Pemkab Lampung Selatan, BBWS Mesuji Sekampung dan DPRD Provinsi Lampung dengan menurunkan alat berat.

ReferensiRakyat.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan (Pemkab Lamsel) terus berupaya memperkuat penanganan banjir dengan melakukan revitalisasi tanggul melalui kerja sama dengan berbagai pihak.

Salah satu langkah konkret adalah dengan melakukan kolaborasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai atau BBWS Mesuji Sekampung dan DPRD Provinsi Lampung.

Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Lampung Selatan beberapa hari terakhir menyebabkan banjir yang merendam permukiman dan lahan pertanian warga.

Banjir tersebut diduga akibat jebolnya tanggul di sejumlah desa yang ada di wilayah terkait.

Adapun empat desa yang mengalami tanggul jebol dan berdampak pada terendamnya ribuan hektar sawah itu, terletak di Desa Bandan Hurip, Desa Palas Pasemah, Desa Pematang Baru, dan Desa Sukaraja.

BACA JUGA  Pj Gubernur Samsudin Bersama Sekdaprov Fahrizal dan Jajaran Pejabat Tinggi Pratama Kunjungi DPRD Lampung

Masalah banjir akibat tanggul jebol ini menjadi perhatian serius Pemkab Lampung Selatan sehingga berupaya memperbaikinya dengan berkolaborasi dengan BBWS Mesuji Sekampung dan DPRD Provinsi Lampung.

Dalam upaya gerak cepat ini, Pemkab Lampung Selatan mengerahkan lima excavator untuk merevitalisasi tanggul yang rusak.

Tak tanggung-tanggung, Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan, Intji Indriati bersama anggota DPRD Provinsi Lampung Lesty Putri Utami dan Aribun Sayunis.

Kemudian perwakilan dari BBWS Mesuji Sekampung, Nur Yuniar turun langsung memantau ke lokasi guna mempercepat proses perbaikan tanggul yang akan direvitalisasi.

Turut hadir juga sejumlah pejabat utama dan kepala perangkat daerah terkait di lingkungan Pemkab Lampung Selatan yang ikut memantau proses revitalisasi tanggul tersebut.

BACA JUGA  Gercep, Nanang Ermanto Salurkan Bantuan Kepada Korban Rumah Roboh di Kecamatan Ketapang Tahun 2024

Dalam kondisi cuaca panas terik yang menyengat, rombongan tetap bergegas untuk memastikan proses pengerjaan berjalan dengan baik dan dapat segera terselesaikan.

“Pemerintah hadir untuk rakyat. Pemerintah akan bertanggungjawab untuk memastikan semua perbaikan ini berjalan agar proses bertani masyarakat dapat kembali dilanjutkan, dan apabila hujan kembali mengguyur, dampaknya tidak separah sebelumnya,” kata Injti saat memantau revitalisasi tanggul jebol di Kecamatan Palas pada Selasa, 11 Februari 2025.
Intji mengatakan selain perbaikan pada tanggul-tanggul di kawasan persawahan, dalam waktu yang bersama. Pemerintah kabupaten juga akan mendirikan posko kesehatan dan tenda pengungsian di Desa Bandan Hurip.

BACA JUGA  Anggota Komisi I DPRD Lamsel, Dwi Riyanto Minta Pemkab Segera Cairkan ADD

“Ini yang menjadi perhatian kita. Beberapa permukiman di Desa Bandan Hurip masih terendam banjir. Oleh karena itu, posko kesehatan dan pengungsian kami siapkan untuk memastikan kesehatan masyarakat. Karena keadaan ini bisa memicu munculnya beberapa kemungkinan penyakit yang timbul,” ujar Injti.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pengerahan alat berat tidak hanya dilakukan di Kecamatan Palas, melainkan juga di Desa Tarahan, Kecamatan Katibung.

Pasalnya sejumlah permukiman warga, perkebunan hingga tempat wisata di wilayah tersebut turut menjadi sasaran dari banjir sebagai akibat dari hujan deras yang melanda. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *