Wagub Jihan Nurlela Dampingi Wapres Gibran Bertemu Bela Budaya Nusantara di Lampung Timur

Kunjungan kerja Wapres Gibran di Lampung Timur untuk bertemu Bela Budaya Nusantara didampingi Wagub Jihan Nurlela.

ReferensiRakyat.CO.ID – Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela mendampingi Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka dalam kunjungan kerja ke Taman Wisata Seni dan Budaya Randu Mas, Kabupaten Lampung Timur pada Rabu, 15 Juli 2026.

Dalam agenda tersebut, Wakil Presiden menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara kemajuan teknologi dan pelestarian budaya sebagai fondasi penguatan jati diri bangsa.

Menurut Wapres, perkembangan teknologi digital, termasuk kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), merupakan keniscayaan yang harus dimanfaatkan secara positif untuk memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada masyarakat luas.

Upaya tersebut juga dinilai sejalan dengan implementasi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat karakter bangsa.

BACA JUGA  Disnaker Lampung Raih Penghargaan Satker Terbaik Satu Nilai IKPA

Pesan tersebut disampaikan Wapres saat bertemu dengan jajaran pengurus Bela Budaya Nusantara di Taman Wisata Seni dan Budaya Randu Mas.

Dalam pertemuan itu, Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Bela Budaya Nusantara, Mulyono, menyampaikan kekhawatirannya terhadap semakin besarnya tantangan pelestarian budaya di tengah pesatnya perkembangan teknologi.

Menurutnya, generasi muda berpotensi semakin jauh dari akar budaya apabila tidak diimbangi dengan upaya menjaga adat istiadat dan nilai-nilai luhur bangsa.

“Kami juga merasa takut kalau budaya tidak kita bela ke depan, akan menjadikan generasi ini hanya pandai menjaga teknologi tapi tidak pandai dalam menjaga adat,” ujar Mulyono.

BACA JUGA  Wagub Lampung : Krui Pro 2022 Kebangkitan Ekonomi Masyarakat Pesisir Barat

Menanggapi hal tersebut, Wapres menegaskan pemerintah berkomitmen memastikan kemajuan teknologi tidak mengikis identitas bangsa.

Ia menilai transformasi digital, termasuk perkembangan media sosial dan AI, merupakan perubahan yang tidak dapat dihindari sehingga harus disikapi secara adaptif tanpa mengesampingkan nilai-nilai budaya.

“Memang tidak bisa dipungkiri, Pak, sekarang zamannya sosmed, zamannya AI, semua anak-anak pegang HP. Tapi yang namanya teknologi dan budaya harus berjalan selaras, Pak. Kemajuan teknologi, disrupsi teknologi tidak mungkin kita lawan. Tapi ini harus berjalan beriringan,” tegas Wapres.

BACA JUGA  Pj. Gubernur Samsudin Tutup Acara Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha Tahun 2024

Wapres juga menilai kemajuan teknologi justru membuka peluang lebih besar untuk memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia ke tingkat nasional maupun internasional.

Pemanfaatan media sosial dan berbagai platform digital, menurutnya, dapat menjadi sarana efektif untuk memperluas promosi budaya sekaligus menumbuhkan kebanggaan generasi muda terhadap warisan budaya bangsa.

“Dengan adanya kemajuan teknologi, terutama sosmed, kita malah terbantu, Pak, untuk mengenalkan budaya kita lebih jauh,” pungkas Wapres.