Tak Sekedar Tanggal Merah, Ini Sejarah dan Makna Hari Buruh di Indonesia

Penjelasan tentang sejarah Hari Buruh di Indonesia yang tak hanya sekedar tanggal merah.

ReferensiRakyat.CO.ID – Pada setiap tanggal 1 Mei diperingati sebagai Hari Buruh Nasional di Indonesia.

Hari Buruh di tanah air tak hanya sekedar tanggal merah yang membuat sejumlah orang libur dari pekerjaannya sebagai hari libur nasional.

Peringatan ini sudah dilakukan sejak tahun 1920-an, di mana organisasi buruh di Indonesia sudah memperingatinya.

Pada masa itu, Indonesia lebih dikenal sebagai Hindia Belanda karena masih berada di bawah pemerintahan kolonial Belanda.

Di bawah naungan bangsa koloni, kondisi politik dan sosial di tanah air mengalami perubahan yang signifikan.

BACA JUGA  Peringati May Day 2025, Pemkab Lampung Selatan Buka Ruang Diskusi dengan Buruh

Ditambah lagi dengan munculnya berbagai Gerakan politik lokal termasuk gerakan komunis.

Di sisi lain, industri dan perkotaan mulai berkembang sehingga mampu memunculkan lapisan masyarakat baru seperti pedagang hingga buruh pabrik.

Pada masa kepemimpian Soeharto, peringatan 1 Mei sebagai hari buruh sempat dilarang karena dianggap identik dengan komunisme.

Sehingga dengan dalih menjaga stabilitas politik, pemerintah pada saat itu mengganti istilah ‘buruh’ menjadi ‘karyawan’.

Pelarangan ini rupanya memberikan dampak mengerikan karena para aktivis buruh yang vokal seringkali mengalami intimidasi, penangkapan dan yang paling parah kekerasan.

BACA JUGA  Sah! PPKM Darurat Level 4 Diperpanjang Hingga 2 Agustus

Para penguasa dinilai berupaya menghapus kesadaran kelas dan menghindari potensi gerakan kolektif yang menuntut perubahan sosial.

Peringatan Hari Buruh Nasional akhirnya kembali diterapkan di era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Keputusan ini dianggap sebagai bentuk penghargaan terhadap peran besar para buruh dalam membangun ekonomi nasional.

Ini sekaligus menjadi momentum untuk mengangkat isu-isu ketenagakerjaan mulai dari upah layak, jaminan sosial, hingga perlindungan hak pekerja.

BACA JUGA  Gempa Bumi Guncang Papua

Sementara itu, sejarah lahirnya Hari Buruh Internasional ditandai dengan jutaan buruh di Amerika Serikat yang mogok kerja besar-besaran pada 1 Mei 1886 silam.

Pada waktu itu, jam kerja para buruh sangat gila karena bisa mencapai 14 jam sehari bahkan lebih.

Aksi yang dikenal sebagai ‘Gerakan Haymarket Affair ini harus berakhir ricuh dan berdarah meski akhirnya menjadi simbol perlawanan kelas pekerja di seluruh dunia. (*)