ReferensiRakyat.CO.ID – Pj. Gubernur Lampung Samsudin menghadiri acara Focus Group Discussion (FGD) yang digelar Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI.
Kegiatan yang berlangsung mulai tanggal 1 sampai 2 Agustus itu membahas Peningkatan Keamanan dan Ketahanan di Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil dan digelar di Ballroom Swiss-Belhotel Kota Bandar Lampung.
Samsudin atas nama Pemprov Lampung mengucapkan selamat datang kepada para narasumber dan peserta FGD yang terdiri dari berbagai pihak.
Termasuk perwakilan dari pemerintah, akademisi, praktisi, hingga masyarakat yang peduli dengan isu-isu pesisir dan kepulauan.
Dalam kesempatan itu, Samsudin mengatakan bahwa Provinsi Lampung, dengan garis pantai yang membentang luas dan pulau-pulau kecil yang menambah keindahan serta kekayaan alam Indonesia, memiliki peranan yang sangat strategis.
Menurut Samsudin, pulau-pulau seperti Krakatau dan Pahawang tak hanya sekadar sebagai tujuan wisata yang menarik namun juga memiliki fungsi ekologis dan ekonomi yang vital.
Sebagai salah satu wilayah pesisir, Provinsi Lampung diketahui rentan terhadap berbagai ancaman keamanan seperti illegal fishing, piracy and maritime crimes dan harus diwaspadai oleh siapa saja.
Samsudin menyampaikan pendapatnya terkait aksi-aksi yang tidak hanya mengancam keselamatan kapal dan aktivitas pelayaran. Tetapi juga yang dapat menimbulkan kerugian ekonomi yang signifikan dan kerugian jiwa yang tidak ternilai harganya.
“Dengan ancaman keamanan yang beragam dan kompleks ini, perlindungan dan pengamanan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil sangat penting dilakukan guna mempertahankan kedaulatan negara, keberlangsungan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat lokal,” ungkap Pj. Gubernur Samsudin.
Pada kesempatan yang sama, Samsudin turut menuturkan bahwa perubahan iklim global memberikan dampak yang semakin nyata di wilayah pesisir.
Misalnya dengan kenaikan permukaan laut, perubahan pola cuaca hingga peningkatan frekuensi badai tropis yang mengancam ekosistem pesisir dan pulau-pulau kecil.
Sehingga Samsudin meyakini kondisi tersebut akan berpotensi menyebabkan erosi pantai, kerusakan habitat laut, serta dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat yang menggantungkan hidup pada sumber daya pesisir yang ada di wilayah terkait.
“Dalam menghadapi tantangan ini, kita perlu merancang dan menerapkan strategi adaptasi perubahan iklim yang efektif. Ini termasuk perencanaan tata ruang yang memperhatikan risiko bencana, pengelolaan hutan mangrove, dan konservasi terumbu karang,” tegas Samsudin saat menyampaikan sambutannya.
Lebih lanjut, Pj. Gubernur Samsudin juga kembali menegaskan bahwa peningkatan kapasitas dan pendidikan. Itu juga merupakan bagian yang penting dalam strategi menjaga wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil.
Sebab menurut pandangannya, masyarakat pesisir perlu mendapatkan pelatihan mengenai mitigasi risiko dan cara-cara berkelanjutan dalam mengelola sumber daya pesisir.
Sehingga penegakan hukum yang tegas terhadap aktivitas ilegal, seperti penangkapan ikan yang merusak dan perusakan habitat laut, harus menjadi bagian integral dari kebijakan.
Di akhir sambutannya, Samsudin berharap Focus Group Discussion ini dapat memberikan kontribusi yang signifikan untuk penguatan keamanan dan ketahanan.
Khususnya bagi wilayah pesisir serta pulau-pulau kecil, sehingga nantinya akan dapat menghasilkan rekomendasi yang konkret dan dapat diimplementasikan oleh berbagai pihak terkait.
Samsudin juga menyampaikan bahwa ia akan terus berkomitmen untuk mendukung sekaligus membantu program yang ada di Kemenko Marves dalam menjaga keamanan dan ketahanan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil.
“Mari kita bersama-sama menjaga dan melestarikan kekayaan alam kita demi masa depan yang lebih baik dan berkelanjutan,” ajak Samsudin mengakhiri sambutannya. (*)











