ReferensiRakyat.CO.ID – Dalam kegiatan reses digelar oleh anggota DPRD Lampung, Mustika Bahrum. Warga Desa Pesawaran tak ragu dan sungkan curhat soal Pembangunan di sana.
Sejumlah warga Desa Pesawaran, Kecamatan Kedondong Kabupaten Pesawaran menyampaikan aspirasi dan harapan mereka soal pembangunan. Bahkan, warga dengan lantang mengatakan bahwa sudah banyak ‘PLN alias Pemain Lamo Nian’ atau memberikan angin surga akan pembangunan tapi faktanya nihil.
“Ijin bapak Dewan Mustika, sebenernya banyak harapan dan permintaan kami dari warga Pesawaran. Tapi, harapan kami dari banyaknya aspirasi ini, mohon satu saja dulu untuk diwujudkan,” kata Sekretaris Desa Pesawaran, Arif Setiawan dalam diskusi yang digelar pada Sabtu, 22 Februari 2025.
Menurutnya, penegasan permintaan untuk diwujudkan itu tentu menjawab dari sejumlah pengajuan proposal yang sudah banyak dibuat.
Hal itu juga diserahkan kepada sejumlah pihak baik DPRD, Pemerintah Kabupaten, dan lainnya namun faktanya tetap tidak ada yang berubah alias nihil.
“Jadi, bisa saya pastikan dan tegaskan. Kami sangat takut dengan PLN (Pemain Lamo Nian). Sudah datang, ngukur, cek lokasi. Tapi, sampai sekarang tidak ada realisasinya,” ujarnya.
Lebih lanjut, Sekretaris Desa terkait meniilai bahwa Mustika Bahrum yang merupakan asli putra daerah dan berdomisili di Way Lima Pesawaran.
Pihaknya meyakini yang bersangkutan memiliki komitmen dan kerjanyata terhadap wilayah Bumi Andan Jejama, khususnya Kecamatan Way Lima, Kedondong, Way Khilau.
“Tadi saya denger langsung komitmen bapak, bahkan tadi sudah terucap akan merealisasikan pembangunan jalan provinsi dengan menggelontorkan anggaran 5,1 miliar dengan rute pembangunan jalan di Desa Way Awi – Desa Way Harong,” kata Sekdes
Sekdes menambahkan hal itu berarti Mustika Bahrum betul-betul punya kerja nyata dalam mengemban amanah rakyat, khususnya masyarakat Kabupaten Pesawaran.
Adapun poin asprirasi yang disampaikan olehmasyarakat Desa Pesawaran, diantaranya sebagai berikut:
1. Rumah atau tempat rawat diri, bagi forum anak disabilitas
2. Pengadaan sumur Bor
3. Pembangunan rigit jalan Desa
4. Bedah rumah, sebanyak 104 rumah tidak layak huni
5. Pembangunan jembatan penghubung antar dusun induk ke dusun 3.
6. Banyak kartu program BPJS non-aktif atau tidak bisa dipakai lagi.
“Dari sejumlah aspirasi tadi, pihak Desa sudah berusaha maksimal untuk mewujudkannya dalam Musrembang tingkat Kecamatan. Tapi, terkendala anggaran. Dan soal BPJS, sudah berbicara dengan Kadiskes Pesawaran. Alhamdulillah tidak ada SOLUSI,” ujar Kepala Desa Pesawaran, Azwan Feri.
Menanggapi aspirasi dan keluhan warga Desa Pesawaran, Mustika Bahrum mengakui dalam hal pembangunan butuh waktu dan proses yang tidak sebentar serta harus ada terobosan yang bersifat masif.
“Insya allah, aspirasi yang sudah disampaikan menjadi PR saya. Mungkin, saya akan coba berkomunikasi dengan sejumlah pihak, bisa jadi saya langsung ke Kementerian”kata Mustika Bahrum.
“Jika mengandalkan anggaran Provinsi, kecil kemungkinan segera terwujud. Misalnya, Bedah Rumah. Sepertinya, pusat sangat banyak itu. Do’akan saja, Mudah-mudahan terwujud,”imbuhnya. (*)











