Fotografer Wanita Cantik Tinggalkan Afghanistan Hanya Bawa Kamera

referensirakyat.co.id – Seorang Wanita cantik asal Afghanistan, harus rela meninggalkan negaranya. Tidak ada yang Ia bawa saat meninggalkan negara. Sebab, Bagi seorang Fotografer, Kamera adalah harta terbesar.

Ya, Wanita cantik yang berprofesi sebagai fotografer itu bernama Roya Heydari. Ia memutuskan meninggalkan negaranya.

Penyebabnya, karena Taliban sudah menguasai negara tersebut. Sang fotografer wanita cantik yang meninggalkan negaranya itu, menjadi trending di Media Sosial.

Trendingnya Roya Heydari di Media Sosial Twitter, karena cuitannya yang hanya membawa kamera dalam pelarian dari Afghanistan.

BACA JUGA  8 Ide Perayaan Tahun Baru 2024 Mendatang

Roya mengaku, meninggalkan Afghanistan karena ingin menyuarakan hak-haknya. Melalui sebuah postingan di Twitter, Heydari mengatakan harus memulai kariernya dari nol usai meninggalkan tanah airnya.

Ia bahkan hanya membawa satu kamera saja saat meninggalkan Afghanistan.

“Hanya kamera saya dan jiwa yang mati bersama saya pergi melintasi lautan. Dengan berat hati, selamat tinggal ibu pertiwi. Sampai kita bertemu lagi,” tulisnya lewat akun twitter @heydari_roya.

BACA JUGA  5 Rekomendasi Tempat Khusus Untuk Memeriahkan Suasana Natal

Mengutip dari ISPtimes.com (jaringan Referensi Rakyat), banyak perempuan Afghanistan merasa ketakutan usai kembalinya kelompok Taliban ke kekuasaan politik.

Hal itu menunjukkan negara akan secara mutlak memberlakukan hukum islam garis keras.

Ketika kelompok itu menguasai Afghanistan dari tahun 1996-2001 lampau, mereka telah memberlakukan beberapa pembatasan keras terhadap perempuan.

Ada larangan Perempuan untuk bekerja, mengenyam pendidikan, bahkan keluar rumah tanpa wali laki-laki.

BACA JUGA  8 Larangan yang Harus Dipatuhi Princess Leonor

Heydari terpaksa melarikan diri dari Kabul dan kini ia berada di Prancis.

“Ketakutan terbesar saya bukanlah kematian, tetapi ‘terkurung’ dan tidak bisa keluar dan melanjutkan pekerjaan,” tegas Roya.

Roya mengaku akan kembali jika kelompok itu dapat meyakinkannya bahwa kelompok perempuan dapat terus bekerja.

“Kalau perempuan boleh bekerja, saya akan kembali lagi ke tanah kelahiran saya Ibu Pertiwi Afghanistan,” Ungkap Roya, sang Fotografer Wanita cantik ini. (rera)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *