ReferensiRakyat.CO.ID – Pendapatan Daerah memiliki potensi maksimal dengan dilakukannya inovasi sehingga PAD bisa ditingkatkan guna membiayani Pembangunan dan pelayanan publik.
Hal ini disampaikan juru bicara DPRD Lampung Fraksi Gerindra, Dwi Riyanto saat menyampaikan pandangan umum fraksinya.
Pandangan ini disampaikan di rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Lampung Selatan.
Dengan agenda penyampaian Ranperda tentang Perubahan APBD Lamsel tahun anggaran 2024 oleh Bupati pada 5 Agustus 2024.
Rapat paripurna ini dihadiri Bupati Nanang Ermanto, dan dipimpin Wakil Ketua I Agus Sartono didampingi Wakil Ketua II Agus Sutanto dan Wakil Ketua III Amelia Nanda Sari.
Menurut Dwi, mengingat adanya potensi sumber pajak daerah dan rasional dari pakak restoran yang disesuaikan dengan omzet penjualan.
Kemudian penggalian potensi pajak dari Menara SUTET, penilaian ulang objek pajak PBB-P2 jalan tol maupun PAD lainnya serta pendapatan DBH dari Pemprov Lampung yang masih tertunda atau belum disalurkan ke Pemkab Lamsel.
Dwi Riyanto meminta agar belanja daerah harus diprioritaskan untuk menunjang aktivitas pelaksanaan tugas dan fungsi pemerintah.
“Pembangunan infrastruktur sangat menyentuh kepentingan publik, perlunya memenuhi penyediaan sarana, prasarana keserhatan, rekonstruksi, rehabilitasi dan pemeliharaan jalan Kabupaten maupun lingkungan,”ujar Dwi Riyanto.
“Dengan memperbaiki halan poros yang kondisinya rusak berat, itu penting untuk menunjang kelancaran transportasi dan mengurangi biaya produksi pada sentra pertanian sekaligus menghindari kecelakaan lalu lintas,”imbuhnya.
Dwi Riyanto mewakili Fraksi Gerindra berharap BUMD dapat mengembangkan usaha yang berorientasi pada produk usaha yang dibutuhkan Masyarakat.
Pasalnya berdirinya BUMD diharapkan mampu mengembangkan dan meningkatkan perekonomian daerah sehingga perlu adanya inovasi dengan memanfaatkan peluang usaha dan teknologi. (*)











