Referensirakyat.co.id – Rematik atau rheumatoid adalah penyakit yang ditandai dengan nyeri dan peradangan pada sendi.
Kondisi ini merupakan penyakit autoimun, yakni kondisi ketika sistem imun pada tubuh seseorang menyerang sel-sel tubuhnya sendiri.
Dalam hal ini, area persendian adalah area yang diserang oleh sistem imun pengidap rematik.
Akibatnya, peradangan kronis dan rasa nyeri hebat pada sendi-sendi yang terserang pun terjadi.
Gejala biasanya menyakitkan kronis, dan progresif, yang berarti semakin memburuk dari waktu ke waktu.
Diagnosis dan pengobatan dini dapat memperlambat perkembangan penyakit rematik.
Penyakit rematik seringkali tidak diketahui penyebabnya secara pasti, karena merupakan gangguan autoimun.
Sistem imun pengidapnya menyerang sinovium atau sebuah membran yang melapisi sendi-sendi dalam tubuh.
Akibatnya, sivonium menjadi maradang dan menyebabkan kerusakan pada tulang rawan dan tulang sendi.
Tendon dan ligament yang berada di sekitar sendi menjadi lemah dan merenggang.
Seiring berjalannya waktu, sendi pun akan kehilangan bentuk dan mengalami perubahan posisi dari yang seharusnya.
Meski penyebab pastinya tidak diketahui, ada beberapa factor yang diduga berperan dalam peningkatan risiko rematik, yaitu:
- Berusia 40-60 tahun.
- Genetik atau riwayat rematik di keluarga.
- Kebiasaan merokok.
- Obesitas.
- Paparan zat berbahaya dari lingkungan.
- Gaya hidup kurang sehat.
- Infeksi.
- Trauma.
- Masalah Metabolisme.
- Keausan atau tekanan pada sendi atau persendian.
Memiliki penyakit atau kondisi rematik sering menempatkan seseorang pada risiko untuk mengembangkan kondisi kesehatan lainnya.
Peradangan kronis dapat menyebabkan masalah kesehatan lainnya, termasuk:
- Diabetes
- Depresi
- Penyakit Jantung.
- Tekanan Darah Tinggi.
- Kolesterol Tinggi.
- Penyakit Ginjal.
- Masalah Memori.
- Osteoponia.
- Osteoporosis.











