Tips Mencegah Dan Mengobati Gangguan Pendengaran !

Referensirakyat.co.id – Kehilangan pendengaran total atau signifikan.

Ketulian biasnya hasil dari kerusakan bagian dalam atau saraf telinga.

Ketulian dapat diebabkan oleh catat bawaan, cedera, penyakit, obat-obatan tertentu, paparan suara keras, atau pengausan terkait usia.

Gangguan pendengaran adalah istilah untuk semua kondisi atau penyakit yang mengakibatkan terjadinya gangguan pada proses mendengar.

Kondisi ini bisa disebabkan oleh banyak hal,mulai dari proses mendengar.

Kondisi ini bsa disebabkan oleh banyak hal, mulai dari paparan suara bisnis dalam jangka panjang, hingga gangguan pada sistem saraf pendengaran.

Telinga adalah organ pendengaran yang berperan penting dalam menghantarkan dan menerima suara atau bunyi.

Telinga terdiri dari tiga bagian, yaitu luar, tengah, dan dalam.

Apabila terdapat gangguan di bagian-bagian telinga tersebut,maka akan terjadi gangguan dalam proses mendengar.

Akibatnya, suara bisa terdengar tidak jelas atau bahkan tidak terdengar sama sekali.

Gejala utama yaitu ketidakmampuan mendengar suara.

Bagi sebagian orang, mendengar dapat diwujudkan dengan operasi atau perangkat dengar.

• Penyebab Gangguan Pendengaran

Ada tiga jenis gangguan pendengaran, yaitu gangguan pendengaran konduktif, gangguan pendengaran sensorineural, dan gangguan pendengaran campuran:

1. Gangguan Pendengaran Konduktif

Terjadi Ketika proses penghantaran ketika proses penghantaran bunyi atau suara terganggu akibat adanya gangguan di telinga bagian luar dan tengah.

Beberapa kondisi atau penyakit yang bisa menyebabkan gangguan ini yaitu :

a) Penumpukan cairan di telinga bagian tengah akibat pilek atau rhinitis

b) Infeksi telinga tegah atau otitis media

c) Infeksi telinga luar atau otitis eksterna

d) Gangguan atau kerusakan pada tuba eustachius, yaitu saluran yang menghubungkan telinga dengan hidung dan tenggorokan.

e) Gendang telinga robek (perforasi membrn timpani)

f) Tumor atau pertumbuhan jaringan yang tidak normal di telinga bagian luar dan telinga bagian tengah, seperti kolesteatoma.

g) Kotoran telinga yang menumpuk dan menyumbat saluran telinga (serumen prop)

h) Adanya benda asing yang tersangkut di saluran telinga, seperti batu kerikil atau hewan, termasuk serangga.

i) Kelainan bentuk telinga,sperti mikrotia,tidak terbentuknya daun telinga, atau adanya kelainan bentuk tulang-tulang pendengaran

j) Penyakit pada tulang-tulang pendengran, seperti otosklerosis

2. Gangguan Pendengaran Sensorineural

Terjadi akibat kerusakan di telinga bagian dalam dan gangguan pada jalur saraf antara telinga dan bagian dalam otak.

Ada beberapa kondisi atau penyakit yang bisa menyebabkan gangguan ini yaitu :

a) Penyakit tertentu,seperti penyakit Meniere.

b) Penggunaan obat yang bisa menimbulkan efek samping pada tlinga (ototoksik), seperti antibiotic aminoglikosida, obat kemotograpi, aspirin dosis tinggi, dan loop diuretic

c) Kondisi genetic tertentu yang diturunkan di dalam keluarga

d) Gangguan pembentukan telinga bagian dalam

e) Proses penuaan,yang disebut juga sebagai presbikusis

f) Cedera di kepala

g) Paparan suara keras yang berlangsung dalam jangka panjang,misalnya karena bekerja di pabrik dengan kebisingan tinggi

3. Gangguan Pendengaran Campuran

Terjadi ketika gangguan ini terjadi bersamaan dengan gangguan pendengaran sensorineural.

Kondisi ini dapat menjadi tanda adanya kerusakan di telinga bagian luar, tengah, dan bagian dalam, atau jalur saraf ke otak.

• Faktor Risiko Gangguan Pendegaran

a) Proses penuan,yang menyebabkan perubahan pada struktur telinga bagian dalam

b) Faktor genetic, bisa menyebabkan seseorang lebih rentan mengalami beberapa gangguan pendengaran

c) Paparan suara keras,seperti suara dari ledakan, polisi suara, konstruksi atau pabrik, pesawat terbang, mesin jet,music,acara televise,atau senjata api

d) Penyakit infeksi selama kehamilan, seperti infeksi TORCH, yang meningkatkan risiko terjadinya kelainan bawaan termasuk gangguan penengaran pada bayi yang dilahirkan.

e) Penyakit tertentu, seperti diabetes, hipertensi, gangguan jantung, stroke, tumor, dan cedera otak.

• Gejala Gangguan Pendengaran

Telinga terbagi menjadi bagian luar, bagian tengah, dan bagian dalam.

Proses mendengar dimulai ketika gelombang suara masuk melalui telinga bagian luar dan meimbulkan getaran di gendang telinga.

Gendang telinga dan tiga tulang kecil di telinga bagian tengah kemuudian melipatgandakan getaran ke telinga bagian dalam.

Selanjutnya, getaran masuk ke dalam cairan di rumah siput yang berisi rambut tipis.

Getaran kemudian menempel di saraf rambut tipis tersebut dan diubah menjadi sinyal listrik yang dikirim ke otak.

Di dalam otak, sinyal akan diolah menjadi suara yang didengar.

Gangguan pendengaran terjadi apabila proses pengiriman getaran suara atau penerimaan suara yang telah diolah terganggu.

Gejala yang dapat muncul yaitu :

a) Suara atau perkataan terdengar pelan

b) Selalu menyetel suara TV dan music dengn volume keras

c) Telinga bersenging (tinnitus)

d) Kesulitan mendengar perkataan oranglain dan salah menangkap hal yang dimaksud, terutama ketika berada di keramaian

e) Kesulitan mendengar suara konsonan dan suara bernada tinggi

f) Perlu berkonsentrasi keras untuk mendengar hal yang dikatakan orang lebih jelas,pelan,atau keras

g) Sering menghindar dari situasi sosial

Sementara pada bayi dan anak-anak, gejala gangguan pendengaran sedikit berbeda dengan orang dewasa, yaitu:

a) Tidak kaget saat mendngar suara nyaring

b) Tidak menoleh kea rah sumber suara,terutama pada bayi usia 4 bulan ke atas

c) Tidak bisa menyebutkan satu kata pun saat sudah berusia sekitar 15 bulan

d) Tidak mendengar ketika dipanggil namanya dan baru menyadari kehadiran seseorang ketika melihat

e) Lambat saat belajar bicara atau tidak jelas ketika berbicara

f) Sering berbicara dengan lantang atau menyetel TV dengan volume keras

g) Jawaban anak tidak sesuai dengan pertanyaan

h) Anak meminta lawan bicaranya untuk mengulang perkataan atau pertanyaan

• Pengobatan Gangguan Pendengaran

Tujuannya untuk mengatasi penyebab dan mencegah gangguan yang terjadi makin memburuk.

Umumnya,gangguan yang disebabkan oleh penumpukan kotoran telinga,infeksi telinga luar, atau infeksi telinga tengah, bisa disembuhkan.

Sementara itu, pada gangguan pendengaran sensorineural, terutama akibat proses penuaan, pegobatan bertujuan untuk menigkatkan fungsi pendengaran atau membantu pasien untuk beradaptasi dan mampu berkomunikasi dengan cara lain.

Metode pengobatan yang dapat dilakukan oleh dokter untuk mengobati gangguan pendengaran dan membantu pasien berkomunikasi yaitu :

a) Membersihkan tumpukan kotoran di dalam telinga dengan pemberian obat tetes telinga, irigasi telinga, atau penggunaan alat penyedot khusus.

b) Melakukan operasi untuk mengobati kelainan di gendang telinga dan tulang

c) Mengganti obat atau menyesuaikan dosis obat yang diduga menyebabkan gangguan pendengaran

d) Mengobati penyakit lain yang diduga memicu gangguan pendengaran

e) Memberikan alat bantu dengar untuk membantu proses penghantaran suara

f) Memasang implan koklea untuk menstimulasi saraf pendengaran, khususnya bagi penderita yang saraf pendengarannya yang saraf pendengarannya normal tetapi tidak dapat dibantu dengan alat bantu dengar

g) Memasang implant auditori batang otak, untuk mengirimkan sinyal listrik langsung ke otak bagi pasien gangguan pendengaran yang parah

h) Memasang implant di telinga bagian tengah, untuk melipatgandakan gelombang suara sehingga terdengar lebih jelas dan keras,khususnya bagi pasien yang telinganya tidak pas dengn bentuk alat bantu dengar

i) Mengajarkan dan melatih penggunaan bahasa isyarat atau oembacaan bibir, baik oleh pasien maupun orang di sekitarnya, agar bisa saling berkomunikasi

j) Menggunakan assistive listening devices (ALDs) untuk membantu agar suara televisi, music, atau telepon dari seseorang bisa langsung tersambung ke alat bantu denga yang digunakan

Demikian informasi tentang cara mencengah dan mengobati ketulian.

Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *