Gerakan KAMI Bakal Dibentuk

 

REFERENSIRAKYAT.CO.ID – Sejumlah tokoh, akan membentuk sebuah gerakan yang dinamakan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI). Rencananya, KAMI mendeklarasikan pada Selasa (18/8) tepatnya di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat.

KAMI muncul atas inisiatif sejumlah pihak di antaranya Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Prof. Din Syamsuddin, Ketua Yayasan Pendidikan Bung Karno Rachmawati Soekarnoputri, dan mantan Panglima TNI Jendral TNI (Purn) Gatot Nurmantyo.

Gerakan ini, menurut Din Syamsudin, merupakan wujud dari keresahan seluruh elemen masyarakat yang prihatin akan perkembangan bangsa Indonesia ke depan.

Sehingga koalisi ini berdiri untuk menegaskan hal apa saja yang mereka nilai telah salah oleh para penguasa saat ini.

“Adanya kesamaan pikiran dan pandangan yaitu bahwa kami-kami ini memiliki pandangan yang sama kehidupan dan kenegaraan Indonesia karena akhir ini telah menyimpang dari cita-cita nasional, dari nilai dasar yang disepakati pendiri bangsa, kami dapat membuktikan telah terjadi penyimpangan terhadap nilai-nilai itu,” ujar Syamsudin dalam pernyataan pers secara virtual, Sabtu (15/8).

BACA JUGA  Napoleon Oktober Boneparte Nahkodai Repdem DPD Provinsi Lampung

Pada hari deklarasi itu, menurut Syamsudin, akan membacakan maklumat yang judul Maklumatnya Menyelamatkan Indonesia.

Tuntutan Kami

Setidaknya, terdapat 8 tuntutan rakyat yang nantinya akan bertuju kepada seluruh penyelenggara negara yang bertanggung jawab atas kekacauan yang terjadi saat ini di Indonesia.

“Kami mengajukan 8 tuntutan. Ada tuntutan kepada penyelenggara negara, pemerintah, sekaligus spesifik kepada Presiden. Inilah gambaran dari maklumat menyelamatkan Indonesia yang akan kami sampaikan pada selasa 18 Agustus 2020,” ucap Syamsudin.

“Maklumat itu memuat antara lain butir-butir keprihatinan kami terhadap kehidupan kebangsaan kita khususnya di bidang ekonomi, politik, hukum, dan HAM, kami akan jelaskan dalam tiap butir sektor itu apa yang kami nilai, terjadi penyimpangan dan penyelewengan,” lanjutnya

BACA JUGA  Hasil Seleksi Tertulis dan Tes Psikologi Calon Anggota KPU se-Lampung

Pada akhirnya, Din berharap acara ini dapat berjalan sebagaimana mestinya sesuai dengan harapan.

Meskipun ia dan seluruh koalisi telah bersiap akan potensi terburuk dengan mendeklarasikan koalisi ini.

“Kami sudah menyuarakan aspirasi rakyat, dan kami siap berdebat bahwa yang kami sampaikan adalah aspirasi real. Kalau itu semua secara represif maka kami kembalikan kepada rakyat,” beber Din.

Ia pun meminta kepada seluruh pemangku kepentingan dapat mendengarkan aspirasi koalisi ini tanpa berupaya sedikit pun membubarkannya ataupun melawannya dengan tindakan represif.

“Terus terang jangan menganggap remeh gerakan ini, kepada semua pihak saya pesankan tidak perlu gusar, apalagi secara represeif, mungkin gerakan ini akan di bungkam, aktivisnya akan tertangkap atau acara kami akan di halang-halangi, saya pribadi telah menyatakan pada sebuah perjuangan yang sungguh-sungguh, dan jangan ada langkah-langkah yang represif karena kalau itu terjadi kami justru akan mengencangkan gerakan, dan saya ada disini akan mendorong kawan kawan, tidak ada titik kembali titik menyerah,” pungkasnya.

BACA JUGA  Survei Ridwan Kamil untuk Capres 2024 Melesat

Meski rencananya akan hadir ratusan simpatisan, Din Syamsudin menegaskan acara Deklarasi KAMI akan terlaksana dengan mengikuti protokol kesehatan yang ada.

Sebelumnya kehadiran KAMI sebagai gerakan moral sudah memperkenalkan ke masyarakat pada saat peluncuran di kawasan Fatmawati, Jakarta Selatan, Minggu 2 Agustus 2020. (Rera)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *