Elly Wahyuni Sebut Globalisasi Bisa Pengaruhi Perilaku Kaum Muda

Pesawaran – Anggota DPRD Lampung, Elly Wahyuni, menyosialisasikan Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan di Desa Gebang dan Desa Batu Menyan, Kecamatan Teluk Pandan, Pesawaran, Sabtu (5/7/2025).

“Ya, 85 anggota DPRD Lampung turun ke seluruh daerah pemilihan masing-masing melakukan hal sama,” kata Elly Wahyuni.

Menurutnya, DPRD Lampung memilih kegiatan ini karena menilai sangat miris berkembang generasi muda sudah runtuh nilai-nilai Pancasila.

“Bagaimana menjaga bangsa dan negara untuk NKRI harga mati? kalau nilai-nilai Pancasila saja tak paham,” ungkapnya.

BACA JUGA  Sekdaprov Marindo Kurniawan Lantik 23 Pejabat Administrator dan 8 Pejabat Pengawas di Lingkungan Pemprov Lampung

Pancasila, tegas Elly, telah menjadi dasar negara dan pandangan hidup bangsa. Ini dapat topangan empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara sebagai landasan utama Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Dia menyebutkan, empat pilar ini ialah Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

Lalu, lanjut ia, nilai-nilai terkandung Pancasila memainkan peranan penting menyiptakan masyarakat harmonis, toleran, dan saling menghormati.

BACA JUGA  5.469 PPPK Tahap I yang Tersebar di Berbagai Kantor OPD di Provinsi Lampung Jalani Prosesi Pelantikan

Pengaruh Asing

Elly berharap masyarakat bisa menjaga rukun, guyub, dan bisa lebih maju lagi.

“Sejarah bangsa Indonesia ini karena generasi muda lupa akan sejarah, terutama menghadapi tantangan globalisasi kian kompleks,” ujarnya.

Elly mengatakan, globalisasi membawa berbagai pengaruh asing yang bisa memengaruhi pola pikir dan perilaku generasi muda.

“Coba cek anak-anak muda, terutama anak SMA, tak tahu sejarah Indonesia, dan itu sempat viral. Anak-anak muda dahulu paham sejarah,” ungkapnya.

BACA JUGA  Sekdaprov Lampung Tutup E-Sport Piala Gubernur 2023, Dorong Ciptakan Bibit Muda & Mendukung Tumbuhnya Industri Olahraga Elektronik

Dia mengingatkan, masyarakat beda suku dan beda agama jangan ribut. Selain itu, Beda tujuan dan beda pilihan itu tak menjadi masalah.

Karena itu, kata dia, sosialisasi ini penting memberikan paham mendalam ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan sebagai pertahanan kuat menjaga identitas nasional.

“Semoga melalui sosialisasi ini bisa sampai ke masyarakat, terutama keluarga di rumah,” harapnya. (*)