ReferensiRakyat.CO.ID – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Lampung sepakat mendukung instruksi Gubernur Lampung terkait sejumlah kebijakan penting di bidang pendidikan.
DPRD Lampung mendukung sejumlah kebijakan pendidikan yang mencakup larangan menahan ijazah siswa, pemotongan dana Program Indonesia Pintar (PIP), serta mewajibkan siswa mengikuti study tour yang memberatkan wali murid.
Pada kesempatan ini, anggota Komisi V DPRD Provinsi Lampung, Budhi Condrowati menyampaikan dukungannya terhadap instruksi Gubernur Rahmat Mirzani Djausal.
“Kami sepakat dengan langkah tegas Gubernur untuk memastikan tidak ada lagi praktik-praktik yang merugikan siswa dan orang tua. Larangan menahan ijazah siswa adalah langkah yang sangat tepat, karena hak pendidikan harus dihargai tanpa hambatan administrasi,” ungkap Budhi Condrowati pada 24 Februari 2025.
Budhi mengapresiasi instruksi mengenai pengelolaan dana PIP yang harus tepat sasaran dan harus digunakan sesuai dengan fungsinya dalam mendukung pendidikan.
“Pemotongan dana PIP yang seharusnya menjadi bantuan untuk siswa kurang mampu harus dihentikan. Dana tersebut harus benar-benar digunakan untuk mendukung pendidikan mereka,” imbuhnya.
Kemudian terkait dengan kewajiban study tour yang memberatkan orang tua, Budhi menilai bahwa hal tersebut memang perlu diperhatikan dengan seksama.
“Kami berharap ke depannya, kegiatan ekstrakurikuler seperti study tour tidak membebani orang tua. Harus ada pertimbangan yang matang sebelum diadakan, agar tidak menambah beban keluarga,” ujarnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung, Thomas Amirico menegaskan bahwa pihaknya akan memberikan sanksi tegas kepada satuan pendidikan, kepala sekolah, dan guru yang tidak mematuhi instruksi Gubernur Rahmat Mirzani Djausal.
“Gubernur meminta Disdikbud Lampung untuk mengambil langkah nyata dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Semua pihak harus mematuhi kebijakan yang ada, agar tidak ada lagi praktik yang merugikan siswa dan orang tua,” tegas Thomas.
Thomas juga menekankan pentingnya pencapaian target inovasi pendidikan di setiap satuan pendidikan. Termasuk uji kompetensi Kepala Sekolah guna meningkatkan kualitas kepemimpinan di sekolah-sekolah yang ada di Lampung
“Kami ingin melihat progres akademik dan perkembangan sarana prasarana sekolah. Setiap tahun harus ada pencapaian yang bisa dilihat secara jelas,” tegas Thomas. (*)











