Pemprov Lampung Kaji Proyek PLTS 200 MW

Pemerintah Provinsi Lampung akan mengkaji protek PLTS 200 MW guna mendorong kemandirian energi.

ReferensiRakyat.CO.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung tengah mengkaji rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 200 Megawatt (MW) sebagai langkah strategis memperkuat kemandirian energi sekaligus mendukung percepatan transformasi energi hijau di daerah.

Rencana tersebut dibahas dalam rapat Pengembangan Potensi Energi dan Industri bersama PT Nusantara Plastik Energi dan Merlion Tech Group yang dipimpin Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal di Ruang Kerja Gubernur setempat pada Senin, 10 Agustus 2026.

Proyek strategis tersebut diproyeksikan membutuhkan nilai investasi sekitar Rp3,22 triliun. Kehadirannya diharapkan dapat memperkuat pasokan listrik sekaligus mengoptimalkan potensi energi terbarukan di Provinsi Lampung.

BACA JUGA  Wakil Gubernur Lampung Buka Pasar Murah Bersubsidi di Tubaba

Pengembangan PLTS menjadi semakin penting seiring meningkatnya kebutuhan listrik di Lampung.

Diketahui saat ini beban puncak listrik di Provinsi Lampung berada pada kisaran 1.200 hingga 1.300 MW, sementara kapasitas pembangkit lokal baru mampu memasok sekitar 800 MW.

Kesenjangan pasokan tersebut selama ini dipenuhi melalui transfer daya dari wilayah Sumatra Selatan dengan kebutuhan mencapai sekitar 500 MW.

Dengan kapasitas 200 MW, PLTS yang direncanakan diharapkan dapat menjadi salah satu solusi jangka panjang untuk memperkuat ketahanan energi Lampung melalui sumber energi yang andal, efisien, dan ramah lingkungan.

BACA JUGA  Pj. Gubernur Samsudin Resmikan Sekolah Melon dengan Teknologi Inovasi Internet of Things

Rencana pembangunan tersebut juga memiliki landasan kerja sama yang kuat melalui Kesepakatan Bersama antara Pemerintah Provinsi Lampung dan PT Nusantara Plastik Energi yang telah ditandatangani pada 17 Juni 2026.

Dalam pengembangannya, komitmen pendanaan hingga 100 persen serta peran sebagai kontraktor utama Engineering, Procurement, and Construction (EPC) diproyeksikan didukung oleh konsorsium internasional asal Hungaria, Merlion Tech Group.

Direktur PT Nusantara Plastik Energi Muhammad Dani SM Rabbani mengatakan bahwa sinergi antara pemerintah daerah, investor global, dan inisiator domestik menjadi modal penting dalam mendorong pengembangan energi terbarukan di Lampung.

BACA JUGA  Gubernur Mirza Minta OPD Selaraskan Program Kerja dengan Visi Lampung Maju Menuju Indonesia Emas

Menurutnya, pembangunan PLTS tersebut tidak hanya diarahkan untuk memperkuat ketersediaan listrik bagi sektor industri dan masyarakat, tetapi juga membuka peluang bagi Lampung untuk mengambil peran lebih besar dalam agenda transisi energi bersih di Indonesia.

Pemerintah Provinsi Lampung terus mendorong agar potensi energi terbarukan dapat dikembangkan secara optimal dan terintegrasi dengan kebutuhan industri, sehingga transformasi energi tidak hanya berdampak pada ketahanan listrik, tetapi juga membuka peluang investasi dan pertumbuhan ekonomi baru bagi daerah.