Lamsel  

Kapolres dan Bupati Lampung Selatan Kompak: Unjuk Rasa Hak Warga, Tapi Jangan Anarkis!

Aksi unjuk rasa sebagai upaya menyampaikan aspirasi masyarakat di Kabupaten Lampung Selatan tidak boleh anarkis.

ReferensiRakyat.CO.ID – Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama menegaskan bahwa penyampaian aspirasi masyarakat atau aksi demonstrasi tidak boleh mengganggu pembangunan dan pelayanan publik yang sedang berjalan.

Hal itu disampaikan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Forkopimda Lamsel yang membahas situasi kamtibmas terkini di Aula GWL Mapolres Lampung Selatan pada Senin, 1 September 2025.

Rakor ini dihadiri Forkopimda Lampung Selatan, aparat keamanan, mahasiswa, tokoh adat, tokoh agama, serta elemen masyarakat lainnya.

BACA JUGA  Ketua Tim Penggerak PKK Lampung Selatan Hadiri Grand Final Pemilihan Duta Genre Itera

Seluruh pihak sepakat menjaga keamanan dan keselamatan sebagai prioritas utama, sembari tetap menghargai hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat.

“Sejak awal saya tegaskan, jabatan ini amanah untuk melayani rakyat, bukan untuk dilayani. Lampung Selatan sedang kita bangun bersama, jangan sampai karena aksi satu hari, kerja keras kita kembali ke titik awal,” ujar Bupati Egi.

BACA JUGA  Jelang Penutupan TMMD ke-120, Kodim Lampung Selatan Bersama Warga Kebut Pemasangan Bronjong

Egi menambahkan, iklim daerah yang kondusif sangat penting untuk menarik investasi dan membuka peluang kerja baru bagi masyarakat.

“Terkait aspirasi, saya terbuka. Kalau saya berhalangan, ada wakil saya yang akan menerima. Mari kita bangun Lampung Selatan maju dengan cara damai, tertib, dan penuh tanggung jawab,” imbuhnya.

Sementara itu, Kapolres Lampung Selatan, AKBP Toni Kasmiri,menekankan bahwa aksi unjuk rasa adalah hak warga negara, namun harus dilakukan secara tertib tanpa anarkis.

BACA JUGA  Nuri Maulida Pimpin Dekranasda Lampung Selatan Promosikan Kerajinan Khas di ITTIE Batam

Kapolres Lamsel mengingatkan adanya potensi pihak luar yang menunggangi aksi sehingga berisiko merugikan masyarakat.

“Silakan unjuk rasa, tapi jangan anarkis. Kita khawatir ada penumpang gelap. Presiden sudah membatalkan kenaikan tunjangan DPR. Jadi aspirasi sudah ditindaklanjuti,” jelas Kapolres.