Sinopsis Film People Pleaser: Si Paling Gak Enakan, Ada yang Relate?

Penjelasan alur cerita film terbaru berjudul People Pleaser: Si Paling Gak Enakan.

ReferensiRakyat.CO.ID – Berikut ini merupakan penjelasan alur cerita film terbaru 2026 berjudul ‘People Pleaser: Si Paling Gak Enakan’.

People Pleaser: Si Paling Gak Enakan merupakan film Indonesia terbaru karya Lyto Pictures di bawah arahan sutradara Bobby Prasetyo.

Film People Pleaser: Si Paling Gak Enakan terinspirasi dari cerita nyara orang-orang di sekitar kita yang selalu merasa tidak enak menolak permintaan orang lain.

People Pleaser: Si Paling Gak Enakan mengusung genre drama komedi tentang seseorang yang selalu ada untuk orang lain.

BACA JUGA  Daftar Cast Film Seni Merayu Tuhan

Ini adalah sebuah cerita tentang seorang yang terlalu sibuk menjaga perasaan orang lain sampai lupa perasaannya sendiri.

Dijadwalkan tayang pada 19 November 2026 mendatang, film People Pleaser: Si Paling Gak Enakan dibintangi sederet aktor dan aktris berikut:

– Mawar De Jongh

– Ardit Erwandha

– Ummi Quary

– Fatih Unru

BACA JUGA  Film Riba: Jebakan Hutang dan Teror Pesugihan Getih Anak

– Amel Carla

– Vonny Cornellya

– Cut Mini

– Surya Saputra

– Fajar Nugra

– Arif Alfiansyah

– Sadana Agung

– Femi Maringka

– Fira Maringka

– Marcella Daryanani

– Aci Resti

– Yono Bakrie

– Musdalifah Basri

Film People Pleaser: Si Paling Gak Enakan menceritakan Karina (diperankan Mawar De Jongh), seorang pegawai kantoran yang kerap kesulitan menolak permintaan orang-orang di sekitarnya.

Karina digambarkan sebagai sosok yang selalu berusaha membantu orang lain meski hal itu membuatnya kesulitan menetapkan batas.

BACA JUGA  Sinopsis Film Tiba-Tiba Setan, Perpaduan Horor Komedi yang Seru

Persoalan yang dialami Karina terasa seperti kebiasaan kecil yang sering terjadi tanpa disadari.

Misalnya adalah ketika seseorang spontan membalas pesan yang menunjukkan kesediaan membantu walaupun sebenarnya ingin menolak namun merasa tak enak hati.

Karakter yang akan memberikan pengajaran pada penonton bahwa belajar untuk mengatakan tidak itu bukan berarti sesuatu yang jahat.