Sinopsis Film Juminten Edan, Tentang Apa?

Penjelasan tentang alur cerita film terbaru 2026 berjudul Juminten Edan.

ReferensiRakyat.CO.ID – Inilah penjelasan tentang alur cerita film terbaru 2026 berjudul ‘Juminten Edan’.

Juminten Edan siap menjadi salah satu film horor terbaru yang tayang bulan Juli mendatang.

Film Juminten Edan diproduksi oleh rumah produksi Mercusuar Films bersama Digital Frame Production.

Juminten Edan akan mengangkat kisah tentang dia yang tak mampu mendengar dan bicara.

Namun di tengah ketidakmampuan itu, dia mampu merasakan kegilaan orang-orang di sekitarnya.

Ini adalah cerita tentang perjuangan seorang perempuan disabilitas tuna wicara yang berusaha menyelamatkan keluarganya dari stigma dan dosa masa lalu.

BACA JUGA  Film Dusun Mayit Rilis Poster Terbaru, Jurang Mencekam Mengancam Nyawa!

Film Juminten Edan dibintangi sederet aktor dengan kemampuan akting yang tak perlu diragukan lagi, mereka adalah:

– Meisya Almira sebagai Juminten

– Dimas Aditya sebagai Manto

– Anne J Coto sebagai Salma

– Sharon Jovian sebagai Saskia

– Kukuh Prasetya sebagai Marlan

– Wina Marrino sebagai Farida

– Teguh Julianto sebagai Heru Sandosa

BACA JUGA  Fakta Menarik Film Yang Lain Boleh Hilang Asal Kau Jangan

– Dedeh Bagaskara sebagai Kadir

– Bambang Oeban sebagai Wahyu

Film Juminten Edan dijadwalkan tayang di layar kaca bioskop Indonesia pada 23 Juli 2026 mendatang.

Juminten Edan adalah kisah perempuan tuna wicara yang kembali ke Pulau tempat dia dibesarkan.

Wanita itu kembali bersama suaminya, Manto dan anaknya, Saskia setelah 8 tahun pergi merantau.

Kepulangan keluarga kecil ini disambut hangat oleh keluarga besarnya setelah penantian panjang.

Namun kebahagiaan itu tak berlangsung lama setelah Juminen mulai menunjukkan prilaku yang tak wajar.

BACA JUGA  Kisah Misterius yang Lahir Dari Hasrat Manusia di Film The Cursed

Juminten mulai mengalami hal-hal aneh yang dirasakan baik dalam kondisi sadar ataupun tidak.

Bahkan di beberapa peristiwa mencekam, Juminten ingin menghabisi nyawa suami dan anaknya hingga keluarga dekat lainnya.

Sejak itu mulai muncul dugaan kalau kewarasan Juminten terganggu akibat trauma masa lalu yang kelam.

Bahaya tak hanya mengintai keluarga dekatnya tapi juga keselamatan warga di pulau yang menjadi taruhan.