Gubernur Lampung Beri Motivasi 213 Mahasiswa KKN Internasional ISCE Tahun 2025

Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal memberikan motivasi kepada 213 mahasiswa KKN Internasional ISCE tahun 2025.

ReferensiRakyat.CO.ID – Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal memberi motivasi sedikitnya 213 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional dari International Student Community Engagement (ISCE) Tahun 2025.

Hal itu dilakukan dalam acara ucapan selamat datang (welcome party) di Aula Gedung Kuliah Umum 2 Institut Teknologi Sumatera (ITERA), Lampung Selatan pada Minggu malam, 20 Juli 2025.

Para mahasiswa tersebut akan melakukan KKN di Lampung Timur dan Pesawaran. Mereka terdiri dari 177 mahasiswa dari perguruan tinggi negeri wilayah barat Indonesia, serta 36 mahasiswa asing dari Yaman, Myanmar, Nigeria, Palestina, Malaysia, dan Thailand.

ISCE 2025 merupakan program KKN Internasional II hasil kolaborasi antara Institut Teknologi Sumatera (ITERA) sebagai tuan rumah dan Universitas Lampung (Unila), di bawah koordinasi Badan Kerja Sama Perguruan Tinggi Negeri (BKS PTN) Wilayah Barat.

BACA JUGA  Pj. Gubernur Samsudin Kunjungi Budi Daya Melon Hasil Tanaman Prajurit Korps Marinir Brigif 4 Mar/BS Padang Cermin

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Mirza mengajak peserta KKN Internasional untuk bersama-sama berkontribusi nyata dalam memberdayakan masyarakat desa melalui inovasi dan kolaborasi lintas budaya.

“Melalui program ini, saya berharap adik-adik mahasiswa bisa membantu teman-teman di desa-desa di Lampung Timur dan Pesawaran untuk memberikan nilai tambah yang nyata, agar pendapatan masyarakat meningkat,” ujar Gubernur Mirza.

Mirza menekankan bahwa desa menjadi perhatian serius bagi Pemerintah Provinsi Lampung dalam persoalan pembangunan.

“Sehingga perlu adanya peran aktif dari para stakeholder, termasuk perguruan tinggi, dalam menciptakan solusi berkelanjutan di desa,” katanya.

BACA JUGA  Perda Provinsi Lampung Nomor 2 Tahun 2021 dan Nomor 5 Tahun 2022

Mirza menilai bahwa KKN Internasional ini merupakan bentuk nyata dari pembelajaran kolaboratif, pertukaran lintas budaya, dan pemberdayaan masyarakat desa.

“Mahasiswa diharapkan mampu menerapkan ilmu pengetahuan secara langsung di masyarakat, terutama dalam bidang pendidikan, kesehatan, teknologi, lingkungan, budaya, dan ekonomi lokal,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Ia mengungkapkan potensi besar Lampung sebagai penyangga pangan nasional, dengan sektor pertanian, industri pengolahan, dan perdagangan yang menyumbang hingga 59,39% terhadap perekonomian daerah.

“Lampung juga mencatatkan pertumbuhan ekonomi triwulan I 2025 sebesar 5,47%, tertinggi di Sumatera. Namun, terobosan diperlukan untuk memastikan manfaat pembangunan dapat dirasakan hingga ke pelosok desa,” katanya.

BACA JUGA  DPRD Lampung Awasi Program Koperasi Desa Merah Putih

Mirza turut memaparkan keberhasilan Lampung dalam menekan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) menjadi 4,19% di tahun 2024, lebih rendah dibanding rata-rata nasional dan regional Sumatera.

“Capaian ini diharapkan terus meningkat seiring dengan peran aktif mahasiswa dalam program-program pemberdayaan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan perguruan tinggi menjadi kunci dalam menciptakan lulusan yang kompeten dan siap berkontribusi di dunia kerja.

“Sekaligus mendongkrak Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Lampung,” katanya.

Gubernur Mirza berharap kehadiran KKN Internasional ini dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat Lampung, khususnya di Lampung Timur dan Pesawaran dalam meningkatkan kesejahteraan serta memperkuat fondasi pembangunan desa.