ReferensiRakyat.CO.ID – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Republik Indonesia (RI), Muhammad Tito Karnavian menggelar rakor pengendalian inflasi daerah secara virtual.
Dalam rapat virtual yang dilaksanakan pada Senin, 6 Januari 2025. Ia mengungkapkan inflasi tahun 2024 cukup terkendali, dimana pada Desember 2024 berada di angka 1,57 persen.
“Karena target pemerintah pusat, angka inflasi harus terjaga di 1,5 persen sampai 3,5 persen, atau bahasa lainnya target 2,5 persen ±1 persen,” ungkap Tito Karnavian.
Rakor yang juga diikuti oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Pemkab Lamsel melalui aplikasi zoom meeting dari Ruang Kabag Perekonomian Setdakab Lampung Selatan.
Lebih lanjut, Mendagri juga mengungkapkan bahwa angka inflasi pada Desember 2024 masih lebih rendah dibandingkan dengan angka inflasi tahun 2023 yang berada di angka 2,61 persen.
Capaian angka inflasi di tahun 2024 mencerminkan tren stabilisasi harga pada berbagai sektor utama.
Meskipun bila melihat inflasi bulan ke bulan pada November 2024 terhadap Desember 2024 terjadi kenaikan dari 0,3 persen menjadi 0,44 persen.
“Jadi 1,57 persen masuk dalam target level bawah. Masuk dalam level bawah berarti cukup baik tidak terjadi harga kenaikan barang jasa yang memberatkan masyarakat,” tutur Tito Karnavian.
Dalam kesempatan itu, Tito Karnavian juga menyebutkan terkait kontributor utama dalam kenaikan inflasi pada Desember 2024 didominasi oleh makanan, minuman, dan tembakau sebesar 1,33 persen.
Kenaikan angka tersebut masih dinilai wajar, mengingat pada natal dan tahun baru serta hari-hari besar lainnya selalu terjadi peningkatan permintaan.
“Meskipun angka ini menggembirakan bagi kita semua (pemerintah; red) dan bagi masyarakat, tapi kita juga harus melihat variasi dari daerah-daerah. Karena masih ada daerah yang inflasinya berada diatas target nasional,” imbuh Mendagri. (*)











