Pj. Gubernur Samsudin Buka Lampung Economic and Investment Forum 2024

Pj. Gubernur Lampung Samsudin membuka Lampung Economic and Investment Forum 2024 yang dihadiri 7 negara kawasan Eropa, Amerika Selatan dan Asia.

ReferensiRakyat.CO.ID – Pj. Gubernur Lampung Samsudin membuka Lampung Economic and Investment Forum (LEIF) 2024.

Kegiatan ini digelar Forum Investasi Lampung (Foila) di Lampung Marriot Resort & SPA, Kabupaten Pesawaran pada Rabu, 2 September 2024.

Acara LEIF 2024 turut dihadiri 7 (tujuh) negara dari Kawasan Eropa, Amerika Selatan dan Asia sekaligus menjadi puncak agenda penguatan investasi Lampung yang dilakukan oleh Foila.

Pj. Gubernur Samsudin atas nama Pemprov Lampung menjelaskan bahwa Provinsi Lampung merupakan gerbangnya pulau Sumatera dan provinsi yang paling dekat dengan Pulau Jawa dan sangat strategis.

“Wilayah Lampung ada pulau, ada lautan, ada pegunungan, ada daratan. Wilayah atau Provinsi yang memiliki satu kesatuan yang tidak terpisahkan antara daratan, kepulauan, lautan, pegunungan, dan terbukti Provinsi ini akan maju melesat, itu sudah terbukti pertama NTB, yang kedua Bali, yang ketiga di sekitar daerah Maluku, Karena wilayah ini secara geografis menyatu antara pulau pegunungan lautan menjadi satu kesatuan,” tutur Pj. Gubernur Lampung menjelaskan.

BACA JUGA  Pemprov Lampung Mengikuti Rapat Koordinasi Percepatan Realisasi APBD Tahun 2022

Samsudin mengungkapkan pendapatnya bahwa wilayah Provinsi Lampung memiliki kekayaan yang harus digali dengan cara yang tepat.

“Ibarat emas permata yang ada di Provinsi Lampung ini harus kita asah, kita percantik, sehingga Lampung melambung dan tertinggi di Indonesia,” katanya.

Pj. Gubernur Samsudin melanjutkan penjelasannya bahwa perekonomian Lampung sebagian besar masih didominasi di sektor pertanian.

“Pertanian tetap harus kita pertahankan sebagai keunggulan Provinsi Lampung untuk meningkatkan kesejahteraan Provinsi Lampung. Tetapi kita juga harus mencari opsi lain yang berlarinya lebih cepat dari Pertanian yang pertumbuhannya kita bisa percepat dari Pertanian,”ungkap Samsudin.

Ada juga kekuatan lain yang tak kalah dengan pertanian adalah bidang jasa dan perdagangan, serta pariwisata yang potensinya sangat banyak di Lampung.

Menurut Samsudin, dia menilai bahwa forum investasi ini merupakan potensi yang luar biasa untuk mengajak semua pihak para investor untuk berbisnis di Lampung.

BACA JUGA   Aprilliati Sosialisasikan Perda Bantuan Hukum Nomor 3 Tahun 2015

“Saat ini APBD Pendapatan Provinsi Lampung baru dari tiga variable, pertama yaitu dari pajak kendaraan bermotor. Tentu ini terbatas. Yang kedua yakni dari transfer dana dari pusat ke daerah, ini juga terbatas. Kita harus mencari variabel yang ketiga, variabel yang tidak terbatas, yaitu bisnis investasi dan pengelolaan sumber daya alam yang ada di Lampung,” ujar Samsudin saat menjelaskan.

“Kalau itu tidak dilakukan Saya yakin ke depan lampung tidak akan pernah sehat dan ke depan lampung yang beginilah adanya. Maka apa yang disampaikan tadi oleh narasumber, saya setuju. bahwa kita belum maksimal mengelola sumber daya alam yang ada di Lampung dengan sebaik-baiknya,” imbuhnya.

Pada momen tersebut, LEIF 2024 diharapkan dapat memperkuat sinergi dalam mempercepat akselerasi investasi Provinsi Lampung.

Selain itu Foila diharapkan siap memfasilitasi pertemuan strategis antara Pemerintah, investor nasional dan global, serta pemilik proyek investasi di Provinsi Lampung.

BACA JUGA  Pemprov Lampung Gelar Parade Drumband dalam Rangka Penguatan Transisi dari PAUD ke Sekolah Dasar

Samsudin berpendapat bahwa forum ini dinilai sangat strategis sebab pemilik proyek investasi dapat menawarkan proyeknya secara langsung kepada investor global yang hadir dari 7 (tujuh) negara, dari Kawasan Eropa, Amerika Selatan, dan Asia.

“Kesempatan ini harus dimanfaatkan dengan optimal, Pemerintah Daerah tentunya akan mendukung penuh dari sisi fiskal dan nonfiskal,” harap Samsudin dalam sambutannya.

Sebagaimana diketahui bahwa eksplorasi proyek investasi Lampung yang dilakukan Foila pada tahun 2024 menghasilkan 4 (empat) proyek berlabel I-PRO.

Ini juga yang dipromosikan dalam kegiatan LEIF 2024, yaitu Teluk Pandan Tourism Special Economic Zone Pesawaran; Floating Power Plant Lampung Timur; Agripark Kemiling Bandar Lampung; dan Bakauheni Harbour City Lampung Selatan.

Sehingga ketertarikan investor pada proyek tersebut ditunjukan dari tingginya atensi dan intensitas diskusi antara investor dan pemilik proyek pada sesi one on one meeting LEIF 2024. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *