Viral, Pengakuan Keluarga Tak Mampu Data PKH nya Diduga Dicatut Oknum Pegawai Sosial

Sumber foto Akun Facebook Jimy Barus

REFERENSIRAKYAT.CO.ID – Beredar sebuah video, pengakuan dari warga yang datanya di pakai oleh Oknum Pegawai Sosial.

Video yang beredar di Media Sosial Facebook itu, di bagikan oleh akun bernama Jimy Barus.

Ia mengirim video itu di berandanya, lalu membagikan ke group Facebook Informasi PKH, KIS, KIP, BPNT, BLT.

Video berdurasi 4:13 (4 menit 13 detik) tersebut, sekitar pukul 10.00WIB, senin (23/8) sudah 13 jam lalu dikirim.

Selama 13 jam lalu itu, sudah mendapatkan 183 like dan 101 komentar.

BACA JUGA  Handphone Paling Aman di Dunia

Dalam Video itu, akun Jimy Barus meminta kepada Kepada Bapak Seto Muliadi Komisi Perlindungan Anak Dan Menteri Pendidikan Nadim Makarim.

“Tolong Pak Bansos Pkh Atas Nama Anak Saya Telah Di pergunakan Oleh Seorang Pns Jul**** B* Si****. Tolong Minta Ke Adilannya Untuk Anak Saya Pak,” Ungkap Jimy Barus dalam akunnya yang di bagikan ke group Informasi PKH, KIS, KIP, BPNT, BLT.

Dalam video tersebut, Jimy Barus juga mengaku sebagai orang dari keluarga tak mampu.

BACA JUGA  Pemprov Lampung Susun Raperda Nomor 3 Tahun 2011 Tentang Retribusi Daerah

Ia merupakan warga Desa Sukamaju Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.

“Data PKH anak saya dan juga saya, di pakai oleh seorang PNS bernama Jul**** B* Si**** yang bekerja di bagian sosial di kecamatan sumber angin pak, fasilitas dan hak anak saya, tidak pernah diberikan kepada anak saya pak, tolong pak, beri perlindungan dan hak anak saya dan anak saya masih sekolah pak,” kata Jimy dalam video tersebut.

Tahan Kartu KIP

Selain itu, sambung Jimy, oknum pegawai tersebut diduga telah menahan fasiltas KIP anaknya selama 1,5 tahun.

BACA JUGA  Situs Website Penyedia Backsound Musik Gratis dan Bebas Copyright

“Selain itu pak, Jul**** B* Si**** menahan KIP anak saya selama 1,5 tahun pak, jadi KIP tidak bisa di pergunakan oleh anak saya selama ini pak, tolong pak, kami dari keluarga tidak mampu, meminta perlindungan kepada komisi perlindungan anak, juga menteri pendidikan, demi masa depan anak saya pak,” ucapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *